Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Perajin Parsel Kesulitan Bahan Baku Rotan

Perajin Parsel Kesulitan Bahan Baku Rotan

METROSEMARANG.COM – Sejumlah perajin parsel di Desa Teluk Wetan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara kesulitan mendapatkan bahan baku rotan. Padahal, desa ini merupakan sentra kerajinan rotan di Kabupaten Jepara.

Perajin parsel di Jepara kesulitan bahan baku rotan. Foto: metrojateng.com

Tohari (43) perajin parsel rotan mengaku sudah sekitar enam bulan ini kesulitan mendapatkan bahan bakunya. Bahan baku rotan sendiri didatangkan dari Kalimantan. “Susah. Kadang ada tapi telat sampai berminggu-minggu,” katanya, Rabu (6/12).

Kondisi ini sangat menghambat proses produksi. Padahal, menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru permintaan meningkat.

“Kalau hari biasa hanya 1.000 lebih dipasarkan. Kalau ada momen hari besar bisa mencapai 6.000 set parsel per minggunya,” lanjutnya.

Untuk membuat parsel membutuhkan berbagai ukuran rotan. Diantaranya 2 mm, 2,5 mm dan 2,7 mm. “Yang paling sulit ukuran 2,5 mm. Harganya juga paling tinggi yakni Rp 27 ribu per kilogram,” papar dia.

Sutrimo (45) penyedia rotan di Desa Teluk Wetan mengaku memang tidak banyak mendatangkan rotan khusus bahan baku parsel. 

“Karena harganya mahal sudah dari sananya. Kami pertimbangkan keuntungan yang didapat sedikit. Rotan yang kami ambil untuk bahan baku mebel seperti kursi, meja dan lainnya,” tandasnya. (metrojateng.com/MJ-23)

Tinggalkan Balasan