Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Perhutani Telusuri Dugaan Pungli yang Menimpa Petani Pati

Perhutani Telusuri Dugaan Pungli yang Menimpa Petani Pati

METROSEMARANG.COM – Perum Perhutani Jawa Tengah menyatakan bakal menelusuri praktik dugaan pungutan liar (pungli) yang menimpa para petani di lahan garapan milik KPH Kabupaten Pati.

Petani Pati mengajukan dugaan pungli kepada Ombudsman Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Petani Pati mengajukan dugaan pungli kepada Ombudsman Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kepala Sub Seksi Humas Perum Perhutani Jawa Tengah Siwi Erlistyaningsih, mengatakan dalam waktu dekat bakal menerjunkan tim penyidik untuk memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam kasus itu.

“Kita akan selidiki langsung apa yang sudah dilakukan petugas administratur KPH Pati. Setahu saya, penarikan dana sharing lahan garapan itu berbeda-beda di tiap wilayah baik itu di garapan lahan wisata maupun lahan produksi,” ungkap Siwi, Rabu (26/10).

Tak hanya itu saja, katanya, ia pun menampik tudingan bila Perhutani telah memungut iuran tambahan di luar kemampuan tiap petani. Ia menyebut hal itu justru di luar kendalinya. “Enggak ada yang seperti itu,” bebernya.

Saat ini, kasusnya sedang ditangani oleh petugas legal hukum Perhutani. “Jadi kita harus lihat draft perjanjian awalnya kayak bagaimana karena itu nilainya beda-beda,” ujarnya tanpa menyebut secara rinci dana sharing yang diberikan oleh petani garapan.

Sebelumnya diberitakan, para petani dari Desa Gesengan Pati Selasa siang kemarin melaporkan dugaan pungli yang dilakukan Administratur KPH Perhutani Pati.

Mereka keberatan dengan iuran yang dibebankan Rp 4,3 juta dibanding semula hanya Rp 250 ribu. (far)