Home > METRO BERITA > Peringati Hari Anti Kekerasan, Ratusan Orang Ikut ‘Baper Run’

Peringati Hari Anti Kekerasan, Ratusan Orang Ikut ‘Baper Run’

METROSEMARANG.COM – Ratusan anak muda dari lintas komunitas sosial tampak berlarian di kawasan bebas kendaraan bermotor (car free day) untuk memperingati Hari Anti Kekerasan Internasional yang jatuh pada pagi ini, Minggu (2/10).

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

‘Baper Run’, itulah aksi yang sedang mereka galakkan pada pagi ini guna menyadarkan tiap orang akan pentingnya melaporkan tindak kekerasan yang kerap dialaminya tiap hari.

Mereka memulai acara dari depan gedung Dinas Sosial Jateng di Jalan Pahlawan Semarang lalu satu persatu berlarian memutari Simpang Lima.

Lari, menurut Dania Moehas, koordinator gerakan Baper Run dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jateng, merupakan simbol upaya untuk menyelamatkan diri sendiri guna mencari bantuan jika sedang mengalami kekerasan baik secara fisik maupun seksual.

“Sehingga lingkungan sekitat siap membantu kita yang minta tolong,” ungkap Dania kepadametrosemarang.com.

“Makanya, para korban kasus kekerasan jangan terlalu baper atau membawa perasaan dan tidak mau melaporkan pelakunya,” katanya lagi.

Sedangkan menurut Elisabet SA Widyastuti Direktur Eksekutif PKBI Jateng, Baper Run benar-benar jadi aksi sosial dari lembaganya untuk mencegak aksi kekerasan yang terjadi di tiap kepala keluarga.

Terlebih lagi, kata Elisabet dari survei Asian Pacific Institute for Gender Based Violence bahkan sebanyak 44 persen perempuan kedapatan tidak berdaya tatkala mengalami tindak kekerasan.

Lalu, masih ada 31,2 persen perempuan memilih berdiam diri alias pasrah saat mengalami kekerasan. “Dan itu kategori perempuan yang sering menyembunyikan diri,” paparnya dan ia seraya menambahkan bahwa hanya 34,3 persen kaum hawa yang saat ini berani mencari bantuan saat mengalami kekerasan.

Acara Baper Run di CFD Pahlawan juga diselingi dengan senam pagi serta membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk solidaritas di hari anti kekerasan. (far)