Home > Berita Pilihan > Perjuangan Ikhe Donorkan Air Susunya untuk Obati Bayi-bayi yang Sakit

Perjuangan Ikhe Donorkan Air Susunya untuk Obati Bayi-bayi yang Sakit

METROSEMARANG.COM – Dilahirkan menjadi wanita merupakan karunia dari Tuhan. Ungkapan tersebut rupa-rupanya sangat dirasakan oleh Ervian Ikhe Widowati. Ikhe, panggilannya mengaku sangat bersyukur jadi ibu bagi kedua anaknya.

Ervian Ikhe Widowati mendonorkan ASI nya tanpa meminta imbalan. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Dan yang patut disyukuri lagi, Ikhe mengatakan air susunya benar-benar bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia. Betapa tidak, sejak melahirkan anak keduanya yang bernama Gillby Maleeq Jibrani, ia mendapat berkah sangat melimpah karena air susunya seorang tak pernah berhenti keluar dari kedua payudaranya.

“Saya enggak menyangka punya ASI yang begitu banyaknya. Sampai-sampai anak kedua agak kewalahan menyusu. Akhirnya, daripada dibuang sia-sia suami menyarankan apa tidak lebih baik diberikan buat orang lain saja. Siapa tahu membantu,” kata Ikhe kepada metrosemarang.com, di rumahnya Jalan Palapa I Gayamsari Semarang, Rabu (26/4).

Ia mula-mula memasukkan air susunya ke dalam botol-botol kecil untuk disimpan di mesin pendingin. Tiap botol ia isi 90-120 mililiter air susu. Tapi lambat-laun banyaknya botol ASI yang tersimpan membuatnya kebingungan.

“Nah, kemudian ada tetangga saya punya bayi sedang sakit. Dia saya sarankan mencoba air susu saya. Dan ternyata cocok. Sampai enam bulan bayinya minum ASI dari saya. Berawal dari situlah, saya lalu mendapat banyak permintaan dari tetangga dan kenalan luar kota,” paparnya.

Sejak 10 bulan terakhir, permintaan tak pernah berhenti. Di saat ia sibuk bekerja di Kantor Disdukcapil Demak, banyak orang meminta air susunya. Tak jarang ada warga Wonogiri dan Brebes rela datang jauh-jauh untuk meminta air susunya. Tiap kirim ke sana langsung 60 botol sekaligus.

“Ya saya kasih saja. Tidak usah membayar karena saya ikhlas memberinya,” katanya.

Kendati demikian, tak sembarang orang bisa mendapatkan air susunya. Ia mengaku tiap orang yang datang kepadanya wajib menyertakan fotokopi KTP, KK, dan akta kelahiran. Baginya ini penting agar identitas penerima ASI jelas sehingga tidak disalahgunakan.

“Sekaligus untuk menjalin tali silaturahmi antar kedua pihak. Saya juga memantau perkembangan bayinya, jika alergi saya setop. Tapi jika normal dan masih butuh lagi maka saya tambah ASI-nya,” ungkapnya.

Ada satu syarat lain yang membuatnya harus berhati-hati. Penerima donor air susunya harus bayi perempuan. Ini, katanya untuk menghindari hukum perkawinan Islam dimana bayi yang meminum air susunya akan berubah jadi anak persusuan. Dengan artian, jika kelak dewasa nanti, tidak akan bisa menikah dengan anaknya. Sebab, keduanya jadi anak sedarah.

“Maka yang boleh menerima air susu saya dari bayi perempuan. Laki-laki boleh tapi kalau kondisinya sangat kepepet,” bebernya.

Ia berharap agar para ibu mencontoh apa yang telah ia lakukan selama ini. Jangan pernah pedulikan orang lain, karena dengan menyusui anak dengan ASI eksklusif mampu memulihkan kondisi ibu dan bayinya.

“Saya dengan kondisi ini juga ingin membuktikan bahwa wanita karir juga bisa memberikan ASI eksklusif tanpa putus walaupun sedang bekerja. Buat para ibu yang ASI-nya sedikit jangan patah arang. Karena Allah Maha Adil bagi kita sebagai perempuan. Lebih baik memberi ASI ketimbang susu formula,” tukasnya. (far)