Perjuangan Petani Jepara Kayuh Sepeda Ratusan Kilo demi Temui Sudirman Said

METROSEMARANG.COM – Handoko menjadi contoh bagaimana perjuangan yang ekstra keras pasti mampu membuahkan hasil maksimal. Pria berusia 57 tahun ini rela menempuh jarak sejauh 200 kilometer agar dapat menemui Sudirman Said.

Handoko, seorang petani asal Jepara saat tiba di Brebes dan langsung menyalami Sudirman Said. Foto: istimewa

Menariknya, Handoko menempuh perjalanan sejauh itu dengan naik sepeda onthel kesayangannya dari kampungnya di Jepara sampai Kabupaten Brebes.

Perjuangan Handoko mengayuh onthel ratusan kilometer itu terungkap tatkala dirinya berhasil menemui Sudirman di sebuah acara di Brebes.

“Saya sangat senang akhirnya bisa ketemu Pak Dirman. Tidak sia-sia saya bersepeda dari Jepara ke Brebes,” kata Handoko, dalam keterangan yang diterima dari tim media Sudirman-Ida, pada Senin (12/3).

Lantas, apa yang membuat Handoko bertekad menemui calon gubernur Jawa Tengah tersebut? Menurut pria bertubuh kurus itu, Sudirman Said merupakan sosok favoritnya.

Handoko mengatakan telah menempuh waktu lima hari agar dapat sampai ke Brebes. Pagi hingga sore, ia mengayuh ontel tuanya. Malam hari ia bermalam kadang di masjid, kadang di SPBU.

Ini upaya yang luar biasa jika melihat usia Handoko yang sudah memasuki waktu senja, begitu kata tim media Sudirman-Ida.

Namun tekad yang kuat untuk melihat perubahan Jateng, untuk perubahan nasib petani kecil seperti dirinya, membuatnya tak berpikir jarak dan usia.

Ketika bersua dengan Sudirman, Handoko kemudian menyerahkan secarik surat yang ia beri judul “Mengejar Asa Sang Onthelist”.

Dalam surat itu, ia mengutarakan bahwa Jawa Tengah provinsi yang kaya. Jika dikelola dengan baik, potensi yang ada bisa mensejahterakan warganya.

Karena itu, Handoko ingin ada pemimpin yang benar-benar memikirkan dan bekerja untuk rakyat. “Sang Pemimpin yang dapat membawa harapan nyata. Bukan harapan semu yang hanya diteriaki saat kampanye saja,” cetusnya.

Mendapati hal itu, Sudirman Said terharu melihat upaya pantang menyerah yang dilakukan Handoko.

“Untuk orang dengan usia di atas 50 ini tentu bukan hal mudah. Tapi tekad kuat mengalahkan hambatan. Saya belajar banyak dari tekad Mas Handoko,” tutur Sudirman.

Ia menyatakan, tidak akan pernah menyia-nyiakan harapan orang kecil seperti Handoko. “Tekad saya untuk menjadi gubernurnya orang kecil makin kuat,”. (far)