Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Perjudian Eko Berbuah Tiga Angka

Perjudian Eko Berbuah Tiga Angka

image
Ronald Fagundez benar-benar menjadi pembeda di laga PSIS kontra Pro Duta. Foto Metrosemarang/MS-01

SEMARANG – PSIS nyaris saja menelan kekalahan kandang pertamanya musim ini. Sempat tertinggal di paruh pertama, Mahesa Jenar bangkit dan berbalik unggul 2-1 lewat dua gol Ronald Fagundez. Kemenangan ini tak terlepas dari kejelian sang arsitek Eko Riyadi dalam meracik strategi.

Menjamu Pro Duta di Stadion Jatidiri, Sabtu (6/9) sore, Fauzan Fajri cs memang sanggup mendominasi laga. Tapi, serangan yang dibangun anak-anak Semarang gagal menembus ketatnya pertahanan Kuda Pegassus.

Skema 4-2-3-1 yang diusung Eko Riyadi tak berdaya menembus formasi 4-3-3 yang diperagakan anak asuh Ansyari Lubis. Dua penyerang sayap Pro Duta, Rachmad Hidayat dan Ghozali Siregar sukses menahan dua wingback PSIS, Welly Siagian dan Taufik Hidayat untuk tidak terlalu jauh meninggalkan posnya.

Tanpa dukungan dua bek sayap, Ronald Fagundez maupun Franky juga kurang aktif melempar crossing. Sementara, pertarungan di blok tengah menjadi milik Pro Duta. Ansyari menempatkan Walter Brizuela dan Donny Siregar untuk menangkal serangan lawan dari tengah, dengan membiarkan Fajar Handika mengalirkan bola ke lini depan.

Macetnya dua wingback PSIS, praktis membuat kubu tuan rumah kekurangan personel saat mengambil kendali serangan. Dalam posisi offensif, Eko hanya punya Alcorse, Franky dan Fagundez. Sedangkan M Yunus juga kerap terlambat membantu serangan.

Pro Duta memang bermain lebih efektif di babak pertama. Serangan PSIS lebih sering kandas sebelum masuk area 16 lawan. Sementara, Brizuela dan Donny juga leluasa melepaskan umpan ke depan, saat mereka berhasil mematahkan serangan PSIS. Gol Romi Agustiawan di menit 30, juga berawal lemahnya penjagaan gelandang-gelandang tuan rumah.

Sadar strateginya tak berkembang, Eko pun langsung bereaksi. Di akhir babak pertama, dia menyuntikkan Eli Nasoka yang berkarakter menyerang untuk menggantikan gelandang bertahan Andi Rohmad. Pilihan ini juga berisiko, karena pertahanan PSIS bakal lebih mudah ditembus. Namun, perjudian tersebut akhirnya berbuah manis.

“Di babak pertama, kita sulit menembus dari tengah, karena ada dua gelandang Pro Duta di area itu. Setelah Eli masuk, kita lebih mudah mengalirkan serangan,” kata Eko, seusai pertandingan.

Dengan tambahan pemain di blok tengah, cukup bisa memberi tekanan pada Brizuela, sehingga gelandang Argentina itu juga tak leluasa mengirim umpan ke sisi sayap. Alhasil, di babak kedua, dua wingback tuan rumah menjadi lebih aktif membantu serangan. Gempuran PSIS pun semakin variatif.

“Untuk pertandingan selanjutnya melawan PSCS, kami akan mengevaluasi hasil sore ini,” tuntas Eko.

PSIS akan menjamu PSCS Cilacap pada Rabu (10/9) mendatang. Jika sanggup membungkus Laskar Nusakambangan, jalan menuju fase 8 besar juga semakin lebar. (*)