Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Perlintasan Tanpa Palang Renggut Dua Nyawa Warga Kendal

Perlintasan Tanpa Palang Renggut Dua Nyawa Warga Kendal

METROSEMARANG.COM – Perlintasan rel tanpa palang pintu merenggut dua nyawa warga Kendal, Sabtu (13/8). Mereka tewas mengenaskan setelah ditabrak kereta api di dua lokasi berbeda.

Ilustrasi  Foto: metrojateng.com/dok
Ilustrasi
Foto: metrojateng.com/dok

Korban pertama tewas mengenaskan di tabrak KA Majapahit jurusan Malang -Pasar Senin Jakarta di Desa Penaruban Weleri Kendal. Korban diketahui atas nama Hj Turyanah (45) warga Penaruban RT 2 RW 7 Weleri.

Korban tewas mengenaskan saat hendak pergi ke masjid untuk menjalankan salat subuh. Diduga korban tidak mengetahui KA Majapahit nomor loko cc.2018909 dengan masinis Raden melaju kencang dari arah timur.

“Korban hendak  ke masjid untuk melaksanakan jamaah salat subuh. Karena kondisi jalan gelap dan perlintasan tanpa palang pintu, korban tidak mendengar hingga tertabrak kereta api,” kata Sugito, Lurah Panaruban.

Kanit Laka  Polres  Kendal Ipda Agus Supriyadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kejadiannya sekitar pukul 04.45 wib namun laporan yang masuk di polsek Weleri  siktar pukul 05.30 dari petugas Stasiun Weleri,” jelas Agus.

Sementara korban tewas kedua akibat ditabrak KA yakni Kiswati (56) warga Desa Sedayu RT 3 RW 1 Kecamatan Gemuh.

Salah seorang Saksi Jumarno (38) warga sekitar mengatakan saat itu korban hendak melintas di diperlintasan kereta api di Desa Sedayu Kecamatan Gemuh. Namun karena korban kurang waspada tidak mengetahui kalau ada kereta melintas sehingga tertabrak. (metrojateng.com/MJ-01)