Home > METRO BERITA > Permodalan dan Pinjaman Bank Pedagang Pasar Waru juga akan Dibantu

Permodalan dan Pinjaman Bank Pedagang Pasar Waru juga akan Dibantu

METROSEMARANG.COM – Selain dibangunkan lapak sementara, pedagang Pasar Waru yang barang dagangannya ludes terbakar akan dibantu permodalan. Bank juga akan diminta untuk membantu memberikan perpanjangan jatuh tempo pembayaran pinjaman pedagang.

Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu berdialog dengan pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Waru, Sabtu (19/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu berdialog dengan pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Waru, Sabtu (19/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, ketika meninjau lokasi kebakaran Pasar Waru di Sawah Besar, Sabtu (19/11) siang. Menurutnya, permodalan korban kebakaran Pasar Waru diusahakan dibantu seperti kebakaran di Pasar Johar. Bagi korban yang mempunya pinjaman di bank akan berusaha untuk dibantu.

‘’Kalau mempunyai pinjaman Pemkot akan meminta perpanjangan cicilan atau waktu jatuh tempo ke bank. Dari tinjauan kami sudah mendapat informasi di antaranya pedagang pinjam di BRI,’’ katanya, didampingi Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tridjoto Sardjoko.

Pihaknya telah meminta Dinas Pasar menginventarisir semua pedagang yang punya pinjaman di lembaga pembiayaan. Dari tinjauan lapangan ada pedagang yang mempunyai pinjaman sebesar Rp 90 juta bahkan sampai Rp 250 juta.

‘’Seperti di Pasar Johar, ini akan dilaporkan Pak Wali Kota agar bisa mendapat bantuan, seperti apa nanti langkah selanjutnya. Tapi yang dipikirkan sekarang adalah lapaknya dulu agar bisa dibangun,’’ kata wakil wali kota yang biasa disapa Ita.

Ditambahkan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pasar, BPBD, Kecamatan dan Muspika. Nantinya akan segera dibuat lapak sementara bagi korban kebakaran di jalan depan Pasar Waru. Diperkirakan Senin (21/11) sudah akan langsung dibangun setelah dimintakan tanda tangan penetapan darurat bencana dari wali kota.

Api melahap bangunan Pasar Waru pada Jumat (18/11) malam. Kebakaran ini adalah yang kedua kali dalam kurun waktu lima tahun terakhir, setelah peristiwa serupa juga terjadi pada Juni 2011 silam.

Salah seorang pedagang angkringan, Eko (36) mengatakan, api mulai berkobar sekitar pukul 19.45. Saat itu dirinya mendengar teriakan minta tolong. “Semula saya kira ada orang berantem, nggak tahunya pedagang yang teriak karena ada kebakaran. Saat itu saya hanya lihat kepulan asap dari bagian tengah pasar dan tidak lama langsung membesar,” kata dia.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 setelah 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Hingga hari ini, sejumlah pedagang masih terlihat memilah barang dagangan dari puing-puing bekas kebakaran. (duh)