Home > METRO BERITA > Dedi Pernah Disuruh Membunuh dengan Bayaran 50 Juta Rupiah

Dedi Pernah Disuruh Membunuh dengan Bayaran 50 Juta Rupiah

ilustrasi
ilustrasi

Semarang – Dedi Irawan (36), warga Desa Geneng, RT 3 RW 3 Demak, salah seorang tersangka yang berhasil ikut dibekuk Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang, Kamis (2/10) dinihari, ternyata adalah seorang penjahat kawakan yang sudah sejak lama banyak melakukan aksi kriminal.

Dari catatan kepolisian, Dedi sudah melakukan kejahatan sejak  tahun 1994 silam yang diawali dengan kasus pencurian. Saat itu ia dibui 6 bulan di Lapas Bangli Pasuruan. Kemudian di tahun 1996 ia kembali dipenjara 10 bulan di Lapas Probolinggo karena terlibat kasus penganiayaan. Lalu setelah tiga tahun tenang ia kembali masuk bui 3 bulan di Lapas Medaeng Surabaya karena tertangkap membawa senjata tajam.

Dan yang paling mengerikan, di tahun 2001 ia kembali dipenjara di Lapas Medaeng Surabaya karena kasus pembunuhan. Tidak hanya itu,  ia mengaku di tahun tersebut nekad membunuh karena menerima bayaran dari seorang pengusaha sebesar 50 juta rupiah. “Disuruh pengusaha, saya diupah Rp 50 juta. Yang saya bunuh teman sendiri, panggilannya Agus Tato. Saya sudah terima uangnya ,” tutur Dedi di Mapolrestabes Semarang, Kamis (2/10).

Selanjutnya setelah menjalani hukuman selama dua tahun dari kasus pembunuhan di Surabaya tersebut, di tahun 2005 ia kembali dijebloskan ke bui di Lapas Pamekasan Madura selama 2,5 tahun karena kasus narkoba. Dan yang terakhir, ia singgah di Semarang  tahun 2013 lalu dan menjalani hukuman 7 bulan penjara di Lapas Kedungpane karena kasus perampasan.

Akhirnya di awal Oktober 2014 ini Dedi kembali berhasil dibekuk  di rumah kosnya di Jalan Purwogondo gang II Semarang Utara bersama 2 tersangka lain saat menghisap sabu. Yang menarik di dinding kamar kos tersebut tertempel foto Dedi saat digelar kasus tahun 2013 lalu di Mapolsek Gajahmungkur Semarang. Dalam foto yang kemungkinan dikliping dari media tersebut terlihat Dedi bersama Kapolsek Gajahmungkur saat itu, Kompol Eva Guna Pandia.

“Ada foto dia dan Kapolsek Gajahmungkur dulu di kamarnya. Diperbesar dan dipajang,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto. (yas)