Home > METRO BERITA > METRO BISNIS > Pertumbuhan Layanan Digital XL Belum Capai 5 Persen

Pertumbuhan Layanan Digital XL Belum Capai 5 Persen

METROSEMARANG.COM – Layanan digital (Digital Services) yang dijalankan oleh PT XL Axiata Tbk (XL) dinilai terus menunjukkan performa yang bagus. Laporan kinerja XL di semester satu tahun 2016 menunjukkan Layanan Digital XL mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 4,04 persen YoY.

Chief Digital Services Officer XL, Joseph Lumban Gaol, mengatakan, saat ini kontribusi dari layanan digital pada pendapatan perusahaan masih kurang dari lima persen. Kedepannya, target kontribusi ini dapat meningkat di angka di atas lima persen.

Chief Digital Services Officer XL, Joseph Lumban Gaol
Chief Digital Services Officer XL, Joseph Lumban Gaol

“Untuk mencapai target tersebut, ada tiga hal yang akan diterapkan oleh XL sepanjang semester dua tahun ini. Pertama adalah fokus di beberapa inisiatif transformasi XL yang sudah ada dan sangat relevan dengan dunia layanan digital. Sebagai contoh, di semester 2 nanti, XL akan gencar memasarkan solusi mobile broadband berbasis 4G untuk pasar SME. Kedua, mempercepat transformasi organisasi untuk menuju sales/market centricorganization. Salah satu bentukannya adalah dengan membentuk tim khusus yang menangani SME market,” kata dia, Jumat (26/8).

Sedangkan yang ketiga, lanjutnya, adalah terus berupaya dan konsisten dalam membangun ekosistem layanan digital demi mendukung program ekonomi digital pemerintah, misalnya dari sisi PP 82 tahun 2012.

Walaupun XL telah berhasil mendapatkan penghargaan sebagai the Best Cloud Operator di kategori Partnership dalam ajang Global Telco Cloud Forum ke-7 di London, namun XL terus berupaya meningkatkan layanan yang ada demi mendukung implementasi PP 82 tersebut dan menciptakan Cloud and Data Center bertaraf internasional di Indonesia.

Dijelaskannya, layanan digital yang dimiliki oleh XL saat ini, secara umum terbagi dalam 11 kategori, yaitu Cloud and Data Center, Mobile Finance, Mobile Banking, Mobile Advertising, dan Internet of Thing (IoT). Lalu ada elevenia, layanan korporate seperti CUG, layanan MPLS dan Leased Lines, Mobile Broadband (MBB), Digital Entertainment, dan terakhir Solution Selling/Business Development.

Hingga saat ini, layanan yang paling banyak diakses oleh pelanggan adalah layanan Digital Entertainment atau lebih dikenal juga dengan nama Value Added Services (VAS). Jumlah pelanggannya mencapai sekitar tiga juta dan terus meningkat.

Untuk lebih memacu penjualan VAS, maka di semester ini, XL tengah melakukan peningkatan kualitas antara lain dengan memperbaharui fitur keamanan dan sisi kenyamanan yang ada.

“XL akan membuat aplikasi dan portal di mana pelanggan bisa mengetahui dengan jelas layanan apa saja yang bisa dinikmati. Pelanggan juga dapat mengelola layanan VAS mereka tanpa rasa khawatir. Nomor pelanggan yang menikmati layanan VAS pun dijamin tidak akan terekspos ke penyelenggara layanan,” pungkasnya. (ade)