Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Perubahan Strategi PSIS Berbuah Hasil Maksimal di Magelang

Perubahan Strategi PSIS Berbuah Hasil Maksimal di Magelang

METROSEMARANG.COM – PSIS Semarang memetik hasil gemilang dalam lawatan ke markas PPSM Sakti Magelang, Sabtu (10/9). Kejelian Eko Riyadi melakukan perubahan strategi membuat Fauzan Fajri dkk sukses memaksimalkan buruknya koordinasi barisan pertahanan Macan Tidar.

Hari Nur Yulianto (kiri) memberi assist untuk gol pertama Johan Yoga. PSIS menutup putaran grup dengan hasil maksimal di kandang PPSM Magelang. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Hari Nur Yulianto (kiri) memberi assist untuk gol pertama Johan Yoga. PSIS menutup putaran grup dengan hasil maksimal di kandang PPSM Magelang. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Pelatih 48 tahun itu sebenarnya menampilkan komposisi yang hampir sama saat timnya tumbang 0-2 di kandang Persijap Jepara, Sabtu (3/9) silam. Hanya Safrudin Tahar yang menghilang dari starting line up. Posisi fullback kanan dipercayakan kepada Anhar Latif Prayogo.

Sementara, lini tengah Mahesa Jenar juga belum bisa diperkuat M Yunus dan Ahmad Agung. Edy Anto dan Yogi Ardianto kembali berperan sebagai dua gelandang sentral yang bertugas melindungi pertahanan PSIS.

Lini serang tim Ibukota Jateng juga tak mengalami perubahan. Johan Yoga tetap diplot sebagai lone striker, ditopang tiga gelandang serang Hari Nur, Feri Ariawan dan Dani Raharjanto.

Dengan mempertahankan skema 4-2-31, semula PSIS diperkirakan masih akan mengandalkan serangan dari sayap untuk membongkar pertahanan PPSM. Strategi tersebut memang menjadi pakem armada Eko Riyadi hingga mereka cukup dominan di Grup 4 Indonesia Soccer Championship (ISC) B.

Dari 17 gol yang dihasilkan sebelum tandang ke Magelang, seluruhnya diawali dari skema serangan sayap, di mana lima di antaranya datang dari kepala Johan Yoga dan Hari Nur Yulianto.

Belakangan strategi tersebut sudah mulai terbaca lawan-lawan Mahesa Jenar. Terlepas dari komposisi pemain yang ditampilkan, fakta bahwa Fauzan Fajri cs hanya sanggup memproduksi dua gol dalam tiga laga terakhir, membuktikan bahwa lawan cukup sukses mematahkan sayap PSIS.

Usai dikalahkan PSIS di Jatidiri pada 27 Agustus silam, pelatih PPSM Siswanto ‘Kancil’ juga mengungkapkan jika timnya sudah mengantisipasi bola-bola crossing yang bakal dilepaskan dari kedua sayap lawan. Pun dengan Bagong Harmadi yang menyebut bahwa kunci sukses Persijap Jepara mengalahkan PSIS adalah kedisiplinan pemainnya dalam meredam serangan sayap yang dikembangkan lawan.

Sederhananya, jika ingin mengalahkan PSIS cukup menutup alur serangan dari sayap, sehingga Johan Yoga dengan keunggulan postur tubuhnya tak akan cukup suplai bola. Apalagi, lini kedua Mahesa Jenar juga jarang melepaskan percobaan dari luar kotak penalti.

Namun, pertandingan di Stadion Moch Soebroto kemarin membuktikan jika Eko Riyadi sudah menemukan solusi untuk mengembalikan produktivitas timnya. PSIS tak lagi hanya bertumpu pada kecepatan Hari Nur dan Dani Raharjanto di kedua sayap, tapi juga lebih rajin menusuk dari area tengah.

Pada pertemuan kedua dengan PPSM, PSIS kembali menunjukkan superioritasnya. Tercatat ada 8 sepakan on target dari 10 percobaan yang dihasilkan anak buah Eko Riyadi, di mana tiga berbuah gol oleh Johan Yoga. Sementara, tuan rumah hanya menghasilkan satu sepekan on target.

Menariknya, gol-gol yang diproduksi Johan diawali dari umpan trough pass yang dilepaskan gelandang-gelandang PSIS. Pemain bernomor 10 itu sukses memanfaatkan celah pertahanan tinggi yang diperagakan Dedeyan Surdani cs.

Lini kedua PSIS juga lebih berani melakukan percobaan dari luar kotak penalti. Yogi Ardianto dua kali mengancam gawang Markus Horison lewat sepakan jarak jauh.

PSIS nyaris mencatatkan clean sheet andai tak mendapat hukuman penalti ‘siluman’ di menit-menit akhir. Dalam situasi sepak pojok, bek PPSM Catur Erik tiba-tiba terjatuh dan wasit langsung menunjuk titik putih yang kemudian sukses dituntaskan oleh Derry Tadarus.

Eko Riyadi pun cukup puas dengan perkembangan yang ditunjukkan anak asuhnya. “Sebenarnya tidak banyak perubahan yang dilakukan. Kami hanya mengubah cara main dan pemain juga lebih berani melakukan trough pass maupun percobaan dari luar kotak penalti. Di babak 16 besar nanti kami akan terus menambah variasi serangan,” ujarnya.

Hasil positif di laga pamungkas fase grup tersebut setidaknya bisa menjadi bekal berharga bagi PSIS sebelum bertarung di babak 16 besar. Johan Yoga dkk menutup putaran grup sebagai pemuncak klasemen, dengan torehan 28 poin. Mereka mencatat 9 kemenangan, sekali imbang dan dua kali kalah, dengan produktivitas gol 20 berbanding tujuh. (twy)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link