Home > METRO BERITA > Peserta Membeludak, Pendaftaran Jaminan Berobat Gratis Dikeluhkan Warga

Peserta Membeludak, Pendaftaran Jaminan Berobat Gratis Dikeluhkan Warga

METROSEMARANG.COM – Antusias masyarakat mengikuti program jaminan berobat gratis dari Pemerintah Kota Semarang sangat tinggi. Hari kedua, Kamis (2/11), pendaftaran program tersebut di Kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang Jalan Pandanaran dipenuhi warga yang rela berdesak-desakan.

Warga berdesak-desakan mendaftar program jaminan berobat gratis di Kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang, Kamis (2/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Sejumlah warga bahkan rela antre mendaftar sejak hari pertama Rabu (1/11) kemarin. Sejumlah warga pun kemudian mengeluhkan sistem pendaftaran administrasi yang dinilai terlalu lama. Sehingga ratusan warga terpaksa harus mengantre dan berdesak-desakan untuk mendaftarkan diri.

Salah satunya Jamiatun, warga Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, yang mengatakan merasa kecewa dengan pelayanan petugas yang dinilainya kurang baik dalam melakukan pencatatan administrasi pendaftaran.

‘’Saya sudah antre sejak jam 7 pagi tapi sampai sekarang sudah hampir duhur belum dapat panggilan, padahal nomor antrean sudah dapat. Mau ngecek ke dalam tidak boleh masuk sama petugas,’’ katanya.

Jamiatun yang memang sengaja tidak mau jadi peserta BPJS Kesehatan karena harus bayar perbulan ini, mengaku jaminan berobat gratis dari Pemkot Semarang akan sangat membantu keluarganya. Apalagi dia dan suaminya hanya sama-sama bekerja serabutan, tidak mampu jika harus ada iuran per bulan.

‘’Nah ini kan programnya Pak Wali gratis, makanya saya mau daftar. Apalagi katanya semua penyakit akan dijamin pemerintah (biaya berobatnya),’’ katanya yang saat itu mau mendaftar bersama suaminya.

Romadhon, warga lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya antrean dan sistem pemanggilan warga oleh petugas yang melayani pendaftaran harus diperbaiki. Ia berharap warga yang mengurus pendaftaran keluarganya yang sedang sakit harus didahulukan seperti dirinya.

‘’Anak saya sekarang lagi sakit kejang sejak sore kemarin dan mau masuk ICU Rumah Sakit Tugu. Saya di sini (Kantor Dinas Kesehatan) belum tahu harus bagaimana, tidak ada petugas bagian informasi,’’ ujar warga Kalirejo Kecamatan Mijen ini.

Sementara itu, Dyah Suparti warga Simongan mengakui syarat pendaftarannya memang mudah, hanya cukup KTP dan Kartu Keluarga. Namun dia melihat dalam pendaftaran malah banyak warga yang sakit justru tidak diutamakan pelayanannya. Dia pun berharap sistem pendaftaran diperbaiki secepatnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melaunching program Universe Healty Coverage (UHC) yang dilakukan di Rumah Sakit KMRT Wongsonegoro, Rabu (25/10) lalu. Dengan program ini masyarakat Kota Semarang yang belum tercover oleh BPJS Kesehatan kini tetap dapat mengakses fasilitas kesehatan secara gratis dengan biaya dijamin pemkot. (duh)