Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > PGSD Tegal Terancam Ditutup, Ratusan Mahasiswa Geruduk Unnes

PGSD Tegal Terancam Ditutup, Ratusan Mahasiswa Geruduk Unnes

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 200 mahasiswa UPP PGSD Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggeruduk gedung rektorat setempat untuk mendesak pihak kampus membatalkan rencana penutupan jurusan keguruan yang ada di kampus cabang Tegal.

Ratusan mahasiswa PGSD berunjuk rasa di kampus Unnes, Jumat (7/4). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Mereka mula-mula datang secara sporadis dari Tegal sedari pagi dengan naik bus dan sepeda motor lalu langsung merangsek masuk ke kampus Sekaran Kecamatan Gunungpati, pada Jumat pagi (7/4) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Kita minta adanya perbaikan pada sistem jalur pendidikan di PGSD Tegal termasuk pembenahan sarana dan prasarananya dan bukan malah ditutup,” ungkap Arif Nur Muhammad, seorang mahasiswa Jurusan Kulikulum Teknologi Pendidikan UPP PGSD Unnes Tegal, saat berada di depan Rektorat Unnes.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi ini, lantaran Rektor Unnes justru menggunakan Mendikti Nomor 1 Tahun 2017 sebagai dalih untuk merevitalisasi sekaligus menutup jurusan PGSD Tegal mulai tahun ini.

“Dengan alasan mengoptimalkan proses pembelajarannya, mereka malah ingin menutup PGSD Tegal. Tentu untuk hal ini kita jelas menolak. Sebab seharusnya mereka melakukan perbaikan fasilitas yang ada di sana,” katanya.

Ia pun menyebut bahwa semua fasilitas Gedung UPP PGSD Tegal dalam kondisi tak layak pakai. Menurutnya asrama mahasiswa mangkrak dua tahun.

Terlebih lagi, fasilitas pengajaran UPP PGSD sudah usang. Kapasitas ruang kelas, ia menyatakan kurang memadai untuk menampung para mahasiswa. “Alat mesin LCD dan Wifi juga kurang mendukung padahal kita pakai ujian online. Tapi Wifinya hanya ada satu titik,” terangnya.

Padahal, katanya minat pendidikan keguruan di Tegal terbilang tinggi. “Mahasiswanya sekitar 60 persen berasal dari Tegal,” tegasnya. Ini artinya minat masyarakat untuk jadi guru memang cukup bagus.

Meski begitu, dengan adanya rencana penutupan UPP PGSD Tegal praktis proses penerimaan mahasiswa baru akan berakhir tahun ini. Pengelola UPP bakal menghabiskan mahasiswa angkatan terakhir selama tiga tahun ke depan sebelum pindah lokasi ke Semarang.

“Para dosennya juga sama. Mereka pasti mengurangi jam mengajarnya karena nantinya dipindah ke Semarang,” cetusnya.

Karena itulah, ratusan mahasiswa PGSD Tegal hari ini menuntut untuk menemui Rektor Unnes Prof Faturahman. “Batalkan semua rencana tersebut karena kamilah pencetak masa depan bangsa Indonesia. Tanpa guru, orang-orang tak akan bisa mengenyam pendidikan setinggi langit,” ujarnya.

Saat ini, kampus Tegal punya 160 mahasiswa. Selama kuliah, mahasiswa setempat juga terjun ke lapangan untuk memberikan berbagai pengabdian kepada masyarakat Tegal.

Mereka membangun rumah inspirasi untuk meningkatkan karakter masyarakat pesisir dan menyambangi sekolah-sekolah. Di tengah aktivitasnya mereka ikut menanggulangi bencana alam. (far)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link