Home > METRO BERITA > Pindah ke Jalan Sawah Besar, Pedagang Pasar Waru Terancam Kebanjiran

Pindah ke Jalan Sawah Besar, Pedagang Pasar Waru Terancam Kebanjiran

METROSEMARANG.COM – Pedagang korban kebakaran Pasar Waru mulai pindah berjualan di Jalan Sawah Besar meski lapak sementara belum dibangunkan pemerintah. Keberadaan mereka itu terancam banjir dan rob yang sering terjadi di jalan tersebut saat hujan turun.

Pedagang Pasar Waru korban kebakaran mendirikan sendiri lapak darurat di jalan depan pasar karena sudah tidak punya lagi tempat untuk berjualan. Namun di tempat ini mereka terancam banjir dan rob saan turun hujan. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Pedagang Pasar Waru korban kebakaran mendirikan sendiri lapak darurat di jalan depan pasar karena sudah tidak punya lagi tempat untuk berjualan. Namun di tempat ini mereka terancam banjir dan rob saat turun hujan. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Inisiatif pedagang untuk pindah dikarenakan tidak ada tempat lagi untuk berjualan setelah lapak dan losnya ludes terbakar. Penuturan pedagang mereka mulai berjualan di jalan pada hari Senin (21/1) ini. Tapi lapaknya sudah disiapkan hari sebelumnya.

Lapak pedagang menempati salah satu badan jalan dari dua ruas jalan yang ada di depan pasar secara berhadapan. Di bagian tengah dikosongkan untuk pejalan kaki atau pembeli. Sedangkan kantong parkir disediakan di ujung jalan yang dikelola oleh warga.

Lapak pedagang itu hanya dibangun secara sangat sederhana. Menggunakan papan kayu atau meja. Tanpa sekat dan hanya sebagian yang dipasangi terpal pelindung panas dan hujan. Bahkan tidak sedikit yang dagangannya dibiarkan ditaruh di jalan.

”Kami hanya mengkhawatirkan banjir dan rob kalau terjadi hujan. Sebab jika hujan turun terutama saat hujan deras jalan ini pasti tergenang air,” kata Zumronah, pedagang tempe dan ayam yang mengaku baru berjualan di jalan hari ini.

Dia tidak mengkhawatirkan soal keamanan, sebab kalau selesai berjualan barang dagangannya tidak habis bisa dibawa pulang. Yang dikhawatirkan adalah terjadi hujan deras pada siang hari saat berjualan sehingga terjadi genangan banjir di jalan.

Pedagang lainnya, Sumiyatun, juga mengeluhkan berjualan di jalan dengan lapak seadanya rawan terkena banjir. Apalagi dia berjualan sembako yang harus kering. Dia meminta pedagang sembako agar dibolehkan berjualan di bangunan los baru.

”Kan ada bangunan los baru di samping pasar terbakar yang akan digunakan pedagang ikan basah dan makanan. Kami berharap itu lebih baik dipinjamkan dulu untuk pedagang sembako,” kata Sumiyantun.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tridjoto Sardjoko mengatakan, pihaknya akan membuatkan lapak sementara bagi pedagang di jalan depan pasar. Namun pedagang sudah inisiatif mulai berjualan di jalan.

Diakui, jalan itu memang rawan genangan banjir, terutama saat hujan. Namun diharapkan pedagang bisa berkreasi sendiri untuk menghindarinya. ”Mungkin tempatnya bisa dibuat tinggi. Diterima dulu, namanya juga darurat, sampai pasar dibangun lagi,” katanya. (duh)