Home > METRO BERITA > PKL Kartini Keberatan Dipindah ke Pasar Dargo

PKL Kartini Keberatan Dipindah ke Pasar Dargo

image
Ilustrasi penertian PKL. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Rencana Dinas Pasar Kota Semarang merelokasi pedagang kaki lima (PKL) Jalan Kartini, yang dijadwalkan hari ini,  Selasa (30/9/2014), bakal berjalan alot. Sejumlah pedagang telah memberikan sinyal penolakan dan tetap berjualan di pulau jalan yang akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) itu.
 
Senin (29/9/2014), beberapa perwakilan pedagang mendatangi kantor DPRD Kota Semarang untuk mengadukan keberatannya atas relokasi tersebut. Utamanya pedagang yang akan direlokasi di Pasar Dargo. Sekitar tujuh pedagang ditemui oleh Kardarlusman, seorang anggota dewan dari Fraksi PDIP.
 
Dalam audiensi itu, pedagang mengklaim tidak keberatan untuk pindah ke Pasar Dargo. Hanya saja pedagang menuntut sejumlah fasilitas yang harus dipenuhi Dinas Pasar. Sebab, ada beberapa hal yang dianggap tidak layak untuk berjualan. Di antaranya lapak yang masih campur, artinya tidak ada zonasi pedagang, kemudian lampu penerangan yang masih minim.
 
Koordinator pedagang, Slamet mengatakan, dari sekian banyak pedagang yang akan direlokasi, jenis jualannya bermacam-macam. Ada yang jual pakaian, batu akik, tanaman, dan sebagainya. Menurutnya keberagaman pedagang tidak bisa dicampur dalam satu area lapak.
 
‘’Selain itu lokasi di Pasar Dargo bagian tengah juga masih gelap, ada beberapa barang dagangan seperti batu akik itu butuh lokasi yang terang,’’ ujar pedagang batu akik tersebut.
 
Pihaknya meminta Dinas Pasar melengkapi fasialitas yang dibutuhkan pedagang dan memberi toleransi waktu untuk berbenah. ‘’Kalau memang fasilitasnya sudah dipenuhi, kami tidak masalah pindah. Untuk sementara kami minta waktu untuk berbenah,’’ tegasnya.
 
Mendengar keluhan pedagang tersebut, Kadarlusman langsung menghubungi Kepala Dinas Pasar Trijoto Sardjoko, untuk meminta klarifikasi terkait hasil rapat dan kesepakatannya dengan pedagang. ‘’Sebenarnya antara pedagang dengan Dinas Pasar sudah ada komunikasi. Dan hasilnya pedagang sepakat direlokasi,’’ ujar Kadarlusman.
 
Anggota dewan peroleh suara terbanyak itu berharap pedagang bisa menepati janjinya untuk pindah. Bagaimanapun kawasan tersebut merupakan titik larangan untuk PKL. Apalagi median jalan itu akan dibangun taman. ‘’Kebijakan yang dikeluarkan pemkot ini harus didukung, karena untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas, bukan perorangan,’’ ujarnya.
 
Dia juga meminta Dinas Pasar melengkapi fasilitas di tempat relokasi, yang dianggap pedagang belum layak dan masih perlu kelengkapan. ‘’Saya sudah meminta Dinas Pasar untuk menambah lampu penerangan di Pasar Dargo sesuai dengan kemampuan dayanya. Tapi kata Dinas Pasar hal tersebut sudah diajukan ke PLN untuk tambah daya,’’ katanya. (MS-13)