Home > METRO BERITA > PKL Progo Tagih Janji Pemkot

PKL Progo Tagih Janji Pemkot

METROSEMARANG.COM – Pedagang Kaki Lima (PKL) Progo yang menempati kompleks Pasar Waru berjanji akan menghentikan proses pembangunan kios permanen seperti yang diminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Namun, mereka juga menagih komitmen Pemkot Semarang yang menjanjikan akan membuatkan kios sementara.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang melakukan tinjauan ke tempat relokasi PKL Progo di Pasar Waru, Jumat (25/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang melakukan tinjauan ke tempat relokasi PKL Progo di Pasar Waru, Jumat (25/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Sekretaris Paguyuban PKL Progo Priyanto mengatakan, jika memang tidak boleh membangun kios secara permanen, pedagang akan menaatinya. Pembangunan kios yang sedang berjalan akan dihentikan namun tidak akan dibongkar lagi.

Tapi, pihaknya berjanji pedagang lainnya tidak akan meniru untuk membangun secara permanen. Dikatakan, jumlah PKL Progo keseluruhan ada 140 pedagang.

“Kami membangun sendiri karena janji pemkot untuk membangunkan kios sementara tidak kunjung dilakukan. Bahkan pengurukan tanah juga belum. Padahal kami butuh segera mencari nafkah dengan berjualan,” katanya, Jumat (25/11).

Dalam tinjauan yang dilakukan anggota Komisi B, diketahui ada empat kios permanen yang sedang dibangun di kompleks Pasar Waru yang menjadi tempat relokasi PKL Taman Progo. Hal ini dinilai melanggar aturan, karena pembangunan kios hanya dibolehkan secara semi permanen. Lahan yang digunakan juga milik pemkot, dan dikhawatirkan jika dibangun secara permanen pedagang akan mengklaim lahan itu sudah jadi milik sendiri.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Tridjoto Sardjoko yang mendampingi Komisi B mengatakan, pihaknya segera meminta pedagang untuk menghentikan pembangunan kiosnya. Menurutnya, jika pedagang tetap ngotot membangun kios sendiri secara permanen malah terancam tidak mendapat bantuan.

Sebab, kata dia, tahun 2017 pemkot akan membangun lapak PKL Progo bersamaan dengan pembangunan Pasar Waru paska terbakar. “Jadi dibangun secara permanen juga percuma. Untuk pengurukan tanah yang diminta pedagang juga akan segera kami lakukan,” tandasnya. (duh)