Home > METRO BERITA > Pohon Tumbang Rusak Warung di Perempatan Bendan Duwur

Pohon Tumbang Rusak Warung di Perempatan Bendan Duwur

METROSEMARANG.COM – Tiga warung makan rusak parah akibat tertimpa pohon tumbang tepat di perempatan Bendan Duwur, Gajahmungkur, Semarang, Selasa (7/2) pukul 13.00 WIB siang. Namun untungnya, seorang pemilik warung tidak berada di tempat saat kejadian berlangsung.

Pohon tumbang menimpa warung makan di Bendan Dhuwur Gajahmungkur, Selasa (7/2) siang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Metrosemarang.com saat di lokasi kejadian melihat batang pohon berukuran besar itu menutupi atap warung. Pemilik warung itu telah memindahkan barang berharganya ke tempat yang aman. “Penghuni warungnya masih berada di luar warung. Kebetulan tidak jualan hari ini,” ujar Sertu Iwan, anggota Koramil 0733/BS Gajahmungkur.

Peristiwa itu cukup mengagetkan pengguna jalan yang kebetulan melintas di sekitar Jalan Dewi Sartika. Beberapa pemotor tampak berjalan melambat untuk menghindari bencana susulan di lokasi tersebut. Beberapa tentara dibantu personel BPBD Kota Semarang lalu memotong batang pohon yang menutup ruas jalan raya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang, Agus Sudariyatno menyatakan hembusan puting belitung diatas 40 kilometer per jam yang terjadi belakangan ini patut diwaspadai oleh warga Semarang dan sekitarnya. Sebab, kondisi ini akan terjadi hingga tiga hari ke depan.

“Akhir-akhir ini hembusan angin kencang memang sangat kuat karena dipengaruhi oleh kecepatan angin baratan serta adanya tekanan rendah dari angin arah Australia. Ini juga membuat intensitas curah hujan mencapai 50 milimeter per hari, sangat membahayakan bagi warga di dataran tinggi,” kata Agus.

Ia pun menceritakan bahwa puting belitung sering muncul karena suhu perairan Indonesia naik sekitar 28-29 derajat. Kondisi ini menyebabkan uap air banyak bermunculan diatas langit Jawa Tengah. Lalu menimbulkan kelembaban udara berkadar 70-90 persen.

Selain itu, banyaknya sinar matahari juga membuat uap air semakin terangkat keatas awan, dan menimbulkan awan konvektif yang sewaktu-waktu dapat memicu hujan deras disertai jilatan petir dan angin kencang. “Angin kencang akan muncul sporadis hampir di semua wilayah Jateng. Kami minta masyarakat mewaspadai perubahan cuaca sampai tanggal 9 Februari nanti,” tukasnya. (far)