Polda Jateng Bongkar Penyimpangan Beras Bulog Beromzet Ratusan Juta

METROSEMARANG.COM – Satgas Pangan Polda Jateng menemukan dugaan adanya tindakan penyimpangan oleh mitra Bulog dalam mendistribusikan beras operasi pasar. Beras-beras tersebut ternyata dicuci dan dikemas ulang kemudian dijual dengan harga premium ke beberapa daerah di Jawa Barat.

Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono memberi paparan terkait temuan penyimpangan beras Bulog di Diterskrimsus Polda Jateng, Senin (5/2). Foto: metrosemarang.com/efendi

Penyimpangan itu diduga dilakukan oleh RMU Berkah Risqi yang beralamat di Dusun Suren RT 01 RW 03, Tambakreja, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap yang juga telah menjadi mitra Bulog lebih dari lima tahun.

Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono memaparkan, pengungkapan ini berawal dari satgas pangan Polda Jawa Tengah yang menganalisa harga beras kualitas medium dijual dengan harga Rp 10.000 sampai Rp 11.500.

“Lalu petugas kami melakukan pengecekan dan penyelidikan ke Kabupaten Cilacap dan menemukan adanya pemolesan dan pengemasan ulang beras Bulog untuk Operasi Pasar di RMU Berkah Risqi,” kata Condro Kirono di Ditreskrimsus Polda Jateng, Banyumanik, Semarang, Senin (5/2).

Beras kemasan ulang itu sebenarnya berkualitas medium yang didistribusikan oleh Bulog Divre Jateng melalui RMU Berkah Risqi. Namun ternyata beras-beras tersebut dipoles dan dikemas ulang dan dijual dengan harga beras kualitas premium di daerah Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat.

RMU Berkah Rizqi mendapat pasokan dari Bulog dengan harga Rp 8.100 per kilogram. Namun setelah dikemas ulang, beras tersebut dijual dengan harga Rp 10.000-11.500 per kilogram.

“Selama bulan Januari saja pihak tersebut telah meraup keuntungan sekitar Rp 288 juta,” imbuh Condro.

Dalam sekali pengambilan, pihak tersebut menerima sekitar 10.080 kilogram dari Bulog Divre Jateng. Namun selama bulan Januari 2018 mereka telah melakukan 15 kali pengambilan dengan uang tebusan sekitar Rp 1,23 miliar. Kemudian setelah dilakukan pemolesan dan pengemasan ulang mereka mendapat hasil penjualan sekitar Rp 1,519 miliar. (fen)

You might also like

Comments are closed.