Home > Berita Pilihan > Polisi Bekuk Kurir Sabu Jaringan Lapas Kedungpane

Polisi Bekuk Kurir Sabu Jaringan Lapas Kedungpane

METROSEMARANG.COM – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polrestabes Semarang kembali membekuk seorang kurir narkoba yang dikendalikan oleh narapidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Diketahui tersangka bernama Deddy GP (28), warga Genuk yang merupakan target operasi polisi.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka Deddy. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Deddy ditangkap di dalam kamar sebuah rumah yang berada di Jalan Panca Karya Blok 38 nomor 216, Rejosari, Semarang Timur pada Kamis (6/7) lalu, sekira pukul 14.30. Saat digeledah, petugas menemukan sabu seberat 30 gram di dalam kamarnya.

Tak hanya itu, petugas juga mengamankan sebuah sedotan plastik dengan ujung diruncingkan yang diduga sebagai alat untuk menggunakan sabu, serta sebuah handphone dan uang sebesar Rp 300 ribu.

“Tersangka ini sudah kami pantau gerak-geriknya. Begitu cukup bukti langsung kami amankan bersama barang bukti, ada sabu seberat lebih kurang 30 gram,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, di Mapolrestabes Semarang, Rabu (9/8).

Berdasarkan keterangan tersangka, sabu siap edar tersebut didapatkan dari seseorang bernama Ari S alias Sinyo. Sinyo merupakan narapidana kasus narkoba yang saat ini masih mendekam di Lapas Klas I A Kedungpane Semarang.

“Komunikasinya menggunakan ponsel, lalu tersangka ini diarahkan untuk mengambil barang di tempat yang sudah ditentukan, dalam kasus ini di Jalan Dr Cipto. Kemudian tersangka disuruh menyerahkan kepada seseorang,” imbuh Abiyoso.

Sejauh ini pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut. Terkait keterlibatan narapidana di dalam Lapas, Polrestabes Semarang juga terus berkoordinasi dengan pihak Lapas Kedungpane.

“Untuk nama napi yang disebutkan tersangka, ini masih kami koordinasikan dengan pihak lapas. Apakah betul ada nama narapidana di sana seperti yang disebut oleh Deddy,” imbuh Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi.

Sementara dari pengakuan Deddy, ia pernah berhasil mengirim barang sesuai perintah Sinyo. Saat itu ia menjadi perantara transaksi sabu seberat 10 gram dengan imbalan Rp 300 ribu per gram.

“Tapi kalau barang berhasil dikirim sesuai alamat dapat lagi tambahan Rp 200 ribu. Alamat yang menentukan Sinyo,” ujar Deddy.

Atas perbuatannya, kini Deddy harus mendekam di ruang tahanan Mapolrestabes Semarang. Ia dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara. (fen)

Tinggalkan Balasan

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link