Home > METRO BERITA > Lagi, Polisi Bekuk Pengedar Sabu Jaringan Lapas Kedungpane

Lagi, Polisi Bekuk Pengedar Sabu Jaringan Lapas Kedungpane

METROSEMARANG.COM – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polrestabes Semarang kembali menangkap dua pengedar narkoba jenis sabu. Satu tersangka mengaku dikendalikan dari dalam Lapas Kedungpane Kota Semarang.

Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Dua tersangka ditangkap di lokasi berbeda. Polisi berhasil mengamankan sabu seberat 14,5 gram.

Salah satu tersngka, Heri Yulianto (47) warga Jalan Seroja Timur Buntu RT 01 RW 01 Semarang Tengah, ditangkap di rumahnya pada Rabu (10/8) sekitar pukul 23.30. Polisi menyita barang bukti 45 paket sabu seberat 8 gram yang disimpan dalam mug rokok. Selain itu, petugas juga mengamankan handphone dan uang tunai Rp 2 juta. Sabu tersebut dijual dengan keuntungan Rp 50 ribu per paket.

Sedangkan satu tersangka bernama Dodon Pangestu (35) warga Sendangguwo ditangkap di Jalan Kelengan Kecil Kota Semarang pada Minggu (14/8) sekitar pukul 11.00. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti 10 paket sabu bungkusan kecil seberat 6,5 gram, timbangan digital, dan handphone. Sabu tersebut dijual dengan keuntungan Rp 100 ribu per paket.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan, para tersangka sudah lama menjadi target operasi (TO) petugas reserse narkoba Polrestabes Semarang. Mereka ditangkap dari hasil pengembangan kasus-kasus sebelumnya.

“Mereka sudah dijadikan TO kita dari pengembangan kasus-kasus sebelumnya. Meskipun penjual dari dalam lapas, kita sudah intip,” kata Burhanudin, Selasa (16/8).

Mereka dijerat pasal 114 ayat 2 UU RI No 35/2009 dan pasal 112 (2) UU RI No 35/2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau kurungan penjara 6-20 tahun atau denda hingga Rp 10 miliar.

Sebelumnya, pada awal Juni 2016 silam, polisi juga berhasil mengungkap peredaran narkoba yang dikendalikan dari Lapas Kedungpane. Susilo Nugroho (41) warga Sendangmulyo Semarang, merupakan kurir yang mengaku mendapat sabu dari seorang bandar bernama Supar yang merupakan narapidana kasus narkoba. (din)