Home > METRO BERITA > Lagi, Polisi Bekuk Pengedar Sabu Jaringan Lapas Kedungpane

Lagi, Polisi Bekuk Pengedar Sabu Jaringan Lapas Kedungpane

METROSEMARANG.COM – Satu pengedar sekaligus pengguna narkoba jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane Semarang dibekuk Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polrestabes Semarang, Selasa (7/6) pukul 18.00 di Palebon Pedurungan Semarang.

Tersangka bernama Susilo Nugroho (41) warga Sendangmulyo Semarang, merupakan kurir yang mengedarkan narkoba jenis sabu. Berdasarkan pengakuanya, ia mendapat barang haram tersebut dari seorang bandar di dalam penjara bernama Supar yang merupakan narapidana kasus narkoba.

Kapolrestabes Semarang Kombes Burhanudin menunjukkan hasil penyergapan terhadap tersangka pengedar jaringan Lapas Kedungpane. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Kapolrestabes Semarang Kombes Burhanudin menunjukkan hasil penyergapan terhadap tersangka pengedar jaringan Lapas Kedungpane. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

“Saya ambil dari dalam (Lapas Kedungpane) terus bawa pulang. Setelah itu saya taruh ke alamat lagi. Keuntungan dari sananya juga yang ngatur, saya tugasnya ngantar,” tutur Susilo saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (8/6).

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengungkapkan, tersangka mendapat keuntungan dari hasil penjualan sabu yang ia edarkan. Setiap penjualan 4 gram sabu mendapatkan 1 gram sabu. “Jadi keuntungannya setiap penjualan 5 gram dia dapat 1 gram. Kadang dia gunakan sendiri kadang dia jual,” paparnya.

Ia menerangkan, tersangka awalnya bekerja di Jakarta sebagai sopir rental mobil. Dari Jakarta dia kemudian dikenalkan jaringan narkoba di Kota Semarang yang diketahui berasal dari Lapas Kedungpane. “Jadi seperti biasa jaringan terputus, pengendalinya lewat Lapas Kedungpane. Dia pengedar di wilayah Kota Semarang,” ujarnya.

Sedangkan untuk kepemilikan senjata api rakitan jenis airsoft gun yang dimodifikasi menjadi jenis revolver, Burhanudin mengaku belum mendapatkan indikasi untuk tindak kejahatan. Tersangka mengaku menjadi kurir sekaligus pengguna sekitar 5 bulan. “Pengakuannya senpinya untuk jaga diri saja,” katanya.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti empat paket sabu seberat 1 gram, dua handphone, tiga timbangan digital, dua buah bong, satu senjata api rakitan jenis revolver dan 16 butir peluru kecil. Tersangka dijerat pasal berlapis pasal 112, 114 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan hukuman maksimal 20 tahun tahun penjara atau denda hingga Rp 10  miliar, dan pasal 1 (1) UU Darurat No 12 dengan ancaman kurungan 20 tahun atau seumur hidup.

Dalam sepekan terakhir, jajaran Res Narkoba Polrestabes Semarang berhasil membekuk lima tersangka pengguna dan pengedar narkoba jaringan lapas. Awal pekan kemarin, polisi meringkus Donny Setya Wibowo (25) warga Genuk, Ronald Octavianus (32) warga Semarang Timur, R Iedha Ariawan alias Wawan (42) warga Kanal Sari Semarang, dan Vaygor Briant Putranto (27) warga Semarang Tengah. Mereka adalah pengguna dan pengedar narkoba jenis sabu. Tiga di antaranya merupakan jaringan Lapas Kedungpane. (din)