Home > METRO BERITA > Polisi Bersenjata Laras Panjang Jaga Ketat Pengajian Syiah di Semarang

Polisi Bersenjata Laras Panjang Jaga Ketat Pengajian Syiah di Semarang

METROSEMARANG.COM – Sedikitnya 786 polisi dari berbagai satuan, Selasa (11/10), mempertebal penjagaan di lokasi pengajian Syiah yang berada di Masjid Yayasan Nuruts Tsaqalain, Jalan Boom Lama Semarang Utara.

Pengajian Syiah di Boom Lama, Selasa (11/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Pengajian Syiah di Boom Lama, Selasa (11/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menyebut semua personelnya telah berjaga di tiap sudut jalan masuk kompleks masjid Syiah. Hal ini mengingat adanya penolakan dari sejumlah ormas yang datang dari luar Kota Semarang.

“Sekitar 786 personel sudah menjaga di semua jalan masuk,” kata Abiyoso.

Mereka yang menolak pengajian Syiah mayoritas berasal dari ormas Islam ekstrem yang tergabung dalam Forum Umat Islam Jawa Tengah dan Yogyakarta meliputi Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), FPI, GPK Yogyakarta hingga orang-orang yang menamakan gerakan Islam radikal lainnya.

Pantauan di lapangan memperlihatkan gerombolan ormas ekstrem itu datang sporadis dari ujung timur masjid dan nyaris merangsek masuk ke kerumunan jemaah Syiah. Namun, polisi-polisi yang berjaga tampak sigap menghadang menggunakan barikade alat berat.

Pengajian Syiah yang digelar Semarang merupakan puncak acara Asyura. Tiap tahun, mereka menggelar acaranya dengan meriah. Bila tahun lalu acaranya digelar di PRPP, tapi tahun ini terpaksa dipindah ke Masjid Yayasan Nuruts Tsaqalain.

Biang pemindahan lokasi dipicu penolakan gerombolan ormas ekstrem yang dihimpun dari luar kota. “Kami sangat menyayangkan dan menolak keras acara Syiah di Semarang,” kata juru bicara Forum Umat Islam Semarang, Muhammad Lutfi.

Pengajian Syiah yang digelar sejak pukul 13.00 WIB itu akhirnya berakhir kondusif dan terkendali.

Husein Ridho, pengurus Masjid Yayasan Nuruts Tsaqalain menyatakan acaranya sudah punya izin resmi dari polisi. Karena itulah, ia tetap melangsungkan acara dengan alasan telah mengantongi izin kepolisian.

“Kita sudah dapat Izin baik dari Polrestabes Semarang maupun Polda Jateng. Kalau ada gangguan kita serahkan ke aparat, acara akan tetap berjalan,” pungkasnya. (far)