Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Polisi Bongkar Jual Beli Ekstrak Ganja via Facebook

Polisi Bongkar Jual Beli Ekstrak Ganja via Facebook

METROSEMARANG.COM – Jajaran Direktorat Resnarkoba Polda Jawa Tengah berhasil membekuk penjual cairan ekstrak ganja yang dijual melalui jejaring sosial Facebook. Pelaku atas nama SW mengaku menjualnya melalui sebuah group facebook bernama “Sahabat Herbal”.

Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Dari pengakuan tersangka, ia membuat cairan ekstrak ganja dengan menyuling ganja kering yang dibeli dari salah seorang penjual di Jakarta berinisial RN yang kini menjadi DPO.

“Tersangka mendapatkan ilmu cara membuat ekstrak ganja dengan belajar melalui internet, minyak ganja ini hasil campuran daun ganja dengan etanol food grade 96%,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Krisno Halaman Siregar saat gelar perkara di Markas Dit Resnarkoba Polda Jateng, Senin (17/4).

SW menjual ekstrak ganja per botol berisi 30 ml seharga Rp 750 ribu. Setiap satu botol, ia hasilkan dari penyulingan 50 gram ganja kering. Berbeda dengan ganja kering, ekstrak ganja ini dipakai dengan cara diteteskan pada lidah.

Pelaku mengaku sudah dua tahun menjual barang haram tersebut. Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang polisi menemukan beberapa paket ganja yang terkemas rapi dengan ¬†merek “Ganjalah Kesehatan” sebanyak 444 gram dan juga dua botol cairan ekstrak ganja. Ganja tersebut semula ia beli dari RN sebanyak 800 gram dengan harga Rp 2 juta.

Tak hanya ganja, saat dilakukan penggeledahan polisi juga menemukan dua senjata api (senpi) laras pendek serta 1 revolver. Selain senpi petugas juga berhasil menemukan ratusan peluru berbagai jenis kaliber.

“100 lebih peluru bermacam macam kaliber, ada 22, 32, dan 38 mm,” ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova.

Tersangka mengaku senjata tersebut merupakan titipan seorang temannya dan kini masih dikembangkan oleh petugas kepolisian. Sementara itu, atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 114 (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (fen)