Home > METRO BERITA > Polisi Bongkar Percetakan Ilegal di Pedurungan, Ribuan Buku Palsu Disita

Polisi Bongkar Percetakan Ilegal di Pedurungan, Ribuan Buku Palsu Disita

Kombes Djihartono menunjukkan buku palsu yang dicetak tersangka. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Kombes Djihartono menunjukkan buku palsu yang dicetak tersangka. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Satuan Reserse Kriminal Unit Khusus Polrestabes Semarang, membongkar praktik percetakan ilegal yang beroperasi di Kampung Karanganyar RT 07/RW 12 Muktiharjo Kidul, Pedurungan. Bisnis yang dijalankan Romy Heriyanto (39) itu sudah berhasil mencetak ribuan buku palsu.

Penggerebekan itu dilakukan pada Jumat (28/11) sore. Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita mesin fotocopy merk Minolta, satu set komputer dengan printer dan scanner, satu alat potong kertas, dua mesin cetak merek Toko Serie 820/810, 100 plat besi untuk master, dan 1.601 buku hasil cetakan berbagai judul.

Dari penuturan Romy, bisnis illegal itu sudah berlangsung sejak 2009 silam. “Dulunya percetakan biasa, lalu berubah  mencetak buku palsu karena untungnya lebih banyak,” tuturnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (1/12).

Romy pun berhasil menggandakan ribuan buku dan menjualnya dengan harga jauh di bawah banderol resmi. Sebagai contoh, buku asli tentang ilmu kesehatan yang beredar di pasaran seharga Rp 500 ribu, Romy menjual kopiannya seharga Rp 30 ribu saja. Dalam sebulan, omzet yang dihasilkan Romi mencapai Rp 4 juta . “Yang paling laris dipesan buku kamus Bahasa Inggris,” ucap dia.

Sementara, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan, tersangaka melakukan praktik pemalsuan tersebut di rumahnya dan dibantu oleh dua orang karyawan. “Tersangka sudah lima tahun mencetak buku palsu, sejak tahun 2009. Modusnya dengan membeli satu buku asli sebagai master yang kemudian diperbanyak,” terangnya.

Akibat kasus ini, tersangka terancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda Rp 500 ribu, sesuai jeratan Pasal 72 ayat 2 jo pasal 1 butir ke 6 UU no 9 tahun 2002 tentang hak cipta. (yas)