Home > METRO BERITA > Polisi Larang Kendaraan Melintas di Titik Nol Kilometer saat Malam Tahun Baru

Polisi Larang Kendaraan Melintas di Titik Nol Kilometer saat Malam Tahun Baru

METROSEMARANG.COM – Aparat kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas di empat jalan raya di kota Semarang selama malam pergantian tahun 2017 nanti, termasuk menutup akses masuk kawasan Titik Nol Kilometer tepat di Kantor Pos Besar Johar.

Perayaan malam Tahun Baru 2015 di Titik Nol Kilometer. Tahun ini Pemkot Semarang kembali memusatkan perayaan pergantian tahun di tempat yang sama. Foto: metrosemarang.com/dok

Kasatlantas Polrestabes Kota Semarang AKBP Catur Gatot Efendi beralasan penutupan ruas jalan di Titik Nol Kilometer dimaksudkan untuk memberi ruang bagi para pejalan kaki agar dapat menikmati malam Tahun Baru.

“Apalagi, pengalaman tahun lalu konsentrasi masyarakat pasti tertuju ke dua lokasi itu. Lagipula di Titik Nol nanti digelar acara hiburan yang dihadiri semua elemen Forkompinda. Situasinya tentu berbeda dengan Simpang Lima meski tidak ada hiburan tetapi banyak orang akan menghabiskan tahun baru di sana,” ujar Catur, Kamis (29/12).

Rekayasa lalu lintas lainnya, lanjut Catur akan diterapkan di seputar Lapangan Pancasila Simpang Lima, Pantai Marina (seputar PRPP) dan Gombel. Sebab, menurutnya keempat lokasi itu diperkirakan jadi titik keramaian publik, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan parah.

Meski begitu, di Marina dan Gombal tidak akan ditutup, dan hanya ditempatkan petugas pengatur arus lalu lintas. Personel yang akan diterjunkan selama malam pergantian tahun baru nanti berjumlah 200 orang. Jumlahnya ditambah satu regu Unit Reaksi Cepat (URC) yang siap memecah kemacetan di jalan raya.

Tim URC akan bergerak memantau lokasi kemacetan di Ibukota Jateng. Ia menyatakan pengamanannya berbeda lantaran pada pergantian tahun 2017 berbarengan dengan musim libur panjang akhir pekan. “Diperkirakan akan terjadi penumpukan kendaraan di mana-mana,” tuturnya.

Ia mengimbau para kawula muda agar tidak merayakan Tahun Baru dengan ular-ularan. Selain menimbulkan macet, ia menganggap konvoi itu malah mengganggu kenyamanan pengguna jalan. “Kami tindak tegas yang melanggar aturan lalu lintas,” tukasnya. (far)