Home > Berita Pilihan > Polisi Tangkap Ketua Organda Tanjung Emas Terkait Pungli Pengadaan Alat Sensor

Polisi Tangkap Ketua Organda Tanjung Emas Terkait Pungli Pengadaan Alat Sensor

METROSEMARANG.COM – Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang menangkap Ketua DPC Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Penangkapan ini terkait dugaan pungli dalam pengadaan Radio Frequency Identification (RFID).

Terminal Petikemas Semarang.
Ilustrasi. Suasana Terminal Peti Kemas Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko Prasetyo menjelaskan, pria berinisial SR (53) tersebut ditangkap di Jalan Coaster, Tanjung Mas pada Kamis (29/12) sekitar pukul 15.00. “Kami sudah memiliki bukti awal untuk melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan. Saat ini statusnya tersangka,” kata dia, Jumat (30/12).

RFID merupakan alat sensor yang dipasang di truk yang berguna untuk membuka pintu portal secara otomatis saat hendak masuk ke area pelabuhan untuk melakukan aktivitas. SR diduga meminta pungutan kepada para pengusaha truk dengan dalih sebagai iuran pengadaan barang dan uang pembinaan sopir.

Padahal, sesuai keputusan dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas Semarang, pengadaan alat tersebut tidak dipungut biaya. Menurut Wiyono, tersangka meminta biaya Rp 250 ribu, Rp 100 ribu untuk iuran pengadaan barang dan Rp 150 ribu untuk uang pembinaan para sopir.

“Uang itu sudah ditransfer ke rekening BCA atas nama tersangka, tapi saat dicek ternyata tidak ada tarikan iuran untuk biaya pembelian RFID,” imbuhnya.

Untuk memastikan penyimpangan yang dilakukan SR, kata dia, pihaknya juga sudah melakukan penelusuran ke Terminal Petikemas Semarang (TPKS), Pelindo dan instansi terkait lainnya. Dan memang tidak ada pungutan biaya untuk pengadaan RFID.

Dari pemeriksaan awal, tersangka mengaku jika uang yang diterima dari pengusaha truk semuanya sudah dikembalikan. Hal itu dilakukan setelah edaran baru keluar yang menyatakan kalau tidak ada iuran untuk biaya pengadaan alat.
“Pengakuannya seperti itu (dikembalikan). Nanti akan kami cek kebenarannya. Jika sudah ditransfer, apakah benar-benar ke rekening pengusaha truk atau orang lain,” kata Wiyono.
Sementara, Kuasa Hukum Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Theodorius Yoseph Parera, menyayangkan tindakan yang dilakukan kepolisian. Hal itu terkait kedatangan penyidik ke kantor Organda tanpa disertai surat pemberitahuan, sehingga dinilai menyalahi prosedur. (MS-02)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link