Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Imlek Semarang > Pork Festival Sajikan 30 Menu Olahan Daging Babi

Pork Festival Sajikan 30 Menu Olahan Daging Babi

Pork Festival di Sri Ratu Pemuda siap memanjakan penikmat kuliner olahan daging babi. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Pork Festival di Sri Ratu Pemuda siap memanjakan penikmat kuliner olahan daging babi. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Untuk pertama kalinya festival kuliner yang khusus menyediakan aneka menu olahan daging babi diselenggarakan di Semarang mulai hari ini, Kamis (4/2). Ada 30 menu yang siap memanjakan lidah pemburu kuliner olahan babi dalam event bertajuk Pork Festival tersebut.

Panitia Penyelenggara Firdaus Adinegoro mengatakan, semua jenis masakan dikhususkan menggunakan olahan daging babi. Hal ini untuk memperjelas agar masyarakat tidak merasa tertipu.

“Kita buat seperti itu agar segmen pasarnya jelas. Kita buat judul Pork Festival, agar yang tidak makan babi jangan┬ádatang ke sini,” kata Firdaus saat ditemui di sela-sela festival.

Acara yang berlangsung hingga Senin, 8 Februari di area parkir Sri Ratu Jalan Pemuda itu diharapkan bisa menyedot penikmat kuliner daging babi dari wilayah Semarang dan sekitarnya. Dia mengungkapkan, penjelajah kuliner dari berbagai daerah seperti, Jogja, Salatiga, Solo, dan Bandung sudah menghubungi panitia jauh-jauh hari untuk bisa ikut memeriahkan acara tersebut.

“Untuk jumlah pengunjung, kita sebenarnya tidak menarget. Tapi biasanya pengunjung bisa sampai 50 ribu sampai acara selesai,” terangnya.

Sebanyak 30 menu olahan daging babi siap memanjakan lidah penggemarnya. Bagi lidah Semarang, ada juga olahan menu Babi Gongso, Babi Tim Sayur Asin, dan olahan kaki babi. Di festival tersebut, pengunjung bisa menemukan masakan yang tidak setiap hari bisa dijumpai di tempat-tempat kuliner.

“Para pedagang yang ikut festival 60 persen tidak punya tempat usaha, sedangkan 40 persen punya tempat. Artinya masakannya tidak bisa ditemui setiap hari, karena mereka menjual melalui online,” katanya.

Firdaus berharap, acara bisa berjalan lancar hingga nanti puncak perayaan Imlek 8 Februari mendatang. “Kalau tidak ada kendala, kita ingin even ini bisa menjadi agenda tahunan,” tutupnya. (CR-08)