Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Portable Pumping Bra, Pompa ASI Otomatis Karya Mahasiswa Udinus

Portable Pumping Bra, Pompa ASI Otomatis Karya Mahasiswa Udinus

METROSEMARANG.COM – Pemberian ASI eksklusif kepada bayi usia 0-6 bulan masih sangat rendah. Salah satu penyebabnya adalah karena kesibukan ibu, khususnya para wanita karir. Kini, dengan alat pompa ASI portable karya mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), para ibu bisa memberikan asupan terhadap buah hatinya, tanpa mengganggu aktivitas mereka.

Portable Pumping Bra karya mahasiswa Udinus akan dipresentasikan di Pimnas ke-29. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Portable Pumping Bra karya mahasiswa Udinus akan dipresentasikan di Pimnas ke-29. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Realita inilah yang mengilhami lima mahasiswa Udinus, Rizki Nur Wahyuni, R. Rizky Rihardja, M. Ilhami, Kurniawati Puji Lestari dan Fitafa Maryuana untuk menciptakan terobosan baru dengan menciptakan sebuah pompa ASI portable yang simpel dan tidak merepotkan bagi kaum ibu. Pompa elektrik bernama Portable Pumping Bra ini sangat praktis dan mudah dibawa ke mana saja.

“Selama ini, jika para ibu ingin memompa ASI-nya maka harus repot untuk membuka baju dan persiapan lainnya. Tapi, jika alat ini sudah dipasang di bra maka sudah tidak ribet lagi,” ungkap Kurniawati, Sabtu (6/8).

Pumping Bra ini terlihat sangat simpel, dengan beberapa komponen dasar yaitu pompa, selang, botol susu, knop, mikrokontroller, mekanik, dan tentunya bra. Mekanik yang digunakan adalah spon dan body silikon untuk kenyamanan pemakaian. Mikrokontroller sendiri digunakan untuk mengatur kecepatan pompa, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Secara ringkas tampilan Pumping Bra adalah spon dan body silikon dipasang pada cup bra. Kontur silikon yang lentur tidak akan menyakiti payudara saat dikenakan. Cup bra itu kemudian dipasangi selang yang terhubung dengan botol susu. Satu Pumping Bra bisa menyedot ASI ke dalam dua botol susu.

“Kecepatan pompa saat menyedot itu otomatis. Jadi kalau tekanan ASI di payudara sudah berkurang maka kecepatan pompa juga menurun, karena ada sensor,” imbuh Kurniawati.

Ia menambahkan bahwa bra didesain khusus dengan menggunakan pengukuran antropometri. Pengukuran ini memungkinkan bentuk, bahan, dan posisi bra akan nyaman dipakai. Pumping Bra sudah diujicobakan pada sepuluh ibu menyusui di daerah Mijen Semarang. Sepuluh sample tersebut merupakan warga binaan program LMKM (Langkah Menuju Kesuksesan Menyusui) Kota Semarang.

Portable Pumping Bra ini diharapkan bisa menjadi solusi peningkatan mutu ASI yang ergonomis. Selanjutnya Pumping Bra akan terus dikembangkan agar bisa diproduksi sehingga bisa didistribusikan. Saat ini, Kurniawati dkk tengah bersiap mempresentasikan Portable Pumping Bra ciptaan mereka pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-29 di Insitut Pertanian (IPB) Bogor, 8-11 Agustus 2016. (vit)

 

 

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link