Home > METRO BERITA > Potensi Wisata Religi di Semarang Harus Dikembangkan

Potensi Wisata Religi di Semarang Harus Dikembangkan

METROSEMARANG.COM – Kota Semarang memiliki banyak sekali destinasi wisata religi yang tersebar di wilayah ini. Namun sayangnya potensi ini belum banyak diangkat dan dikembangkan oleh pemerintah kota (pemkot). Meskipun sudah banyak masyarakat luar daerah yang mengenalnya.

Masjid Kyai Sholeh Darat. Foto: metrosemarang.com/dok

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi mengatakan, sebenarnya Semarang kaya akan destinasi wisata religi yang potensial untuk dikembangkan. Pihaknya mendorong agar pemkot melakukan upaya untuk menjadikannya sebuah destinasi wisata unggulan.

”Banyak sekali destinasi wisata religi yang tersebar di Semarang. Potensi ini yang kami dorong kepada pemkot untuk diangkat dan dikembangkan,” katanya, Rabu (7/6).

Ia menyebutkan, dari sekian banyak destinasi wisata religi itu, di antaranya Masjid Jami’ Syeikh Jumadil Kubro yang terdapat pula makam ulama besar itu di kawasan Terboyo, Semarang. Syeikh Jumadil Kubro disebut sebagai gurunya para Wali Songo penyebar agama Islam di Pula Jawa.

Ada juga makam Ki Ageng Pandanaran I di Kelurahan Mugassari, yakni ayahanda dari Ki Ageng Pandanaran II yang merupakan Bupati Semarang pertama. Kemudian ada makam Syekh Muhammad Sholeh bin Umar Assamarani yang dikenal dengan Mbah Sholeh Darat.

Sampai saat ini makamnya terus diziarahi oleh masyarakat dari berbagai daerah. Mbah Sholeh Darat ini dikenal sebagai gurunya para ulama Nusantara termasuk gurunya RA Kartini

”Malah masyarakat dari luar Semarang yang lebih tahu dan banyak berziarah, sementara warga Semarang sendiri mungkin malah belum tahu. Padahal tentu, erat kaitannya dengan sejarah Kota Semarang,” katanya.

Supriyadi menambahkan, perlu upaya-upaya menggali sejarah Kota Semarang yang erat kaitannya dengan destinasi-destinasi wisata religi itu. Seperti melalui kegiatan diskusi-diskusi dan sebagainya.

”Harapan kami, warga Semarang khususnya anak-anak muda bisa lebih mengenal sejarah kotanya, tokoh-tokohnya, termasuk kaitannya dengan banyaknya destinasi wisata religi yang harus dikembangkan,” pungkasnya. (duh)