Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Preman hingga Pengangguran Ikut Bela Negara di Rindam Diponegoro

Preman hingga Pengangguran Ikut Bela Negara di Rindam Diponegoro

METROSEMARANG.COM – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Tengah telah menyelesaikan program bela negara yang digelar bersama Kodam IV Diponegoro di Rindam Magelang.

Aksi bela negara itu telah dilakukan kader-kader LDII pada 17-21 April kemarin, guna memompa kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai serangan dari bangsa asing.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Itu (aksi bela negara) kami lakukan dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Dan sudah selesai sejak dua minggu terakhir di Rindam Diponegoro,” kata Ketua LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistyono, Sabtu (23/4).

Singgih bilang selama dua minggu kader-kadernya digembleng untuk berlatih layaknya tentara agar kemampuan fisik mereka semakin mumpuni.

Dalam aksi bela negara, lanjutnya, LDII melibatkan para pemuda se-Jawa Tengah. “Dari pengangguran sampai preman dilatih dua minggu di Rindam IV Diponegoro. Di sana, juga terdapat anggota kami dari Yogyakarta,” jelas Singgih.

Pelatihan bela negara tersebut juga ditinjau langsung oleh petinggi Kodam Diponegoro seperti Pangdam Mayjen TNI Djaswandi, Kasdam Jonny Supriyanto beserta para stafnya.

Bela negara, menurutnya sangat penting dilakukan oleh segenap rakyat Indonesia mengingat belakangan ini marak terjadi tindakan kekerasan di segala sendi kehidupan bernegara.

“Maka dari itu kami ingin meningkatkan semangat kader untuk menjadikan bumi Indonesia mempunyai roh Rahmatanlilalamin,” tutur Singgih.

Selain itu, ormas yang berdiri sejak 1972 silam itu nanti ke depan mengadakan seminar empat konsesus nasional untuk menghadapi serangan asing (psy war) sekaligus menghalau gerakan radikalisme.

Ini jadi bukti LDII yang tak hanya berdakwah secara lisan tapi juga memberdayakan masyarakat dengan merubah cara berpikir untuk membangun moralitas rakyat Indonesia.

“Kami sebagai lembaga dakwah berusaha jadi aset bangsa dan bukan ancaman bangsa,” sambungnya. (far)