Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Prihatin Aksi Penolakan, Mayoritas Warga Kendeng Dukung Pabrik Semen

Prihatin Aksi Penolakan, Mayoritas Warga Kendeng Dukung Pabrik Semen

METROSEMARANG.COM – Mayoritas warga Pegunungan Kendeng yang tinggal di sekitar lokasi pabrik semen justru mengaku sangat mendukung pembangunan pabrik milik PT Semen Indonesia. Warga yang tinggal di area Ring 1 itu menilai proses pembangunan pabrik yang dimulai sejak tahun 2011 silam justru meningkatkan kesejahteraan dan mengubah taraf hidup mereka.

Tenda-tenda didirikan warga yang menolak pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Tenda-tenda didirikan warga yang menolak pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

Adanya anggaran CSR senilai Rp 13,5 miliar nyatanya terbukti ampuh memperbaiki kesejahteraan desa dengan berbagai program yang dibuat. Mulai dari sektor pendidikan, infrastruktur, pangan, budaya, ekonomi, serta pertanian.

“Saya prihatin dengan apa yang ada di media khususnya media sosial. Seakan desa kami dalam keadaan genting, ” kata tokoh masyarakat Desa Tegal Dowo, Dwi Joko Supriyanto (50), ditemui Senin (22/8).

Mewakili warga, Joko mengatakan desanya serta empat desa lain yang masuk dalam area Ring 1 dalam keadaan yang kondusif. Adanya isu berkurangnya debit air jika proyek pabrik semen terus dilakukan tidaklah benar. Sejauh ini menurutnya debit air tidak pernah sedikit berkurang.

Bahkan, proyek pabrik semen justru membuat alam di desanya lestari. Sebab, warga nakal yang sebelumnya gemar melakukan penebangan liar kini punya pekerjaan dengan upah yang layak di pabrik semen.

Hal senada juga diungkapkan warga lain Sudarji. Menurutnya pendirian pabrik semen di sekitar desanya justru berdampak positif. Program-program yang dibawa pabrik semen dinilai sangat mensejahterakan warganya.

“Tak hanya itu, harga tanah di desa kami malah naik berlipat-lipat. Hutannya juga lebih lestari,” kata Sudarji.

Sementara itu, disinggung adanya penolakan dari sejumlah warga  menurutnya itu tidak dilakukan murni oleh warga Kendeng. Dikatakan Sudarji yang melakukan penolakan tersebut justru dari mayoritas warga yang berada di luar Kendeng.

Seperti yang diketahui, pro kontra pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Rembang, oleh Semen Indonesia Group melalui PT Semen Gresik memang terus bergulir. Sejumlah warga bahkan telah melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Namun April 2015 lalu gugatan tersebut ditolak.

Bahkan, minoritas warga Kendeng yang menolak adanya pabrik hingga saat ini bertahan di dalam tenda yang dibangun tak jauh dari lokasi pabrik. Di tenda sederhana tersebut dipasang atribut-atribut penolakan.

Pabrik Semen Kendeng merupakan proyek Semen Indonesia Group. Pabrik tersebut dibangun di lahan 500 hektar dengan investasi sekitar Rp 4,45 triliun. (yas)