Home > METRO BERITA > Program ‘One Kilo’ Mampu Ringankan Iuran Warga Kelurahan Manyaran

Program ‘One Kilo’ Mampu Ringankan Iuran Warga Kelurahan Manyaran

METROSEMARANG.COM – Sebagian warga Kelurahan Manyaran, Semarang Barat, kini tak bingung ketika harus mengumpulkan uang kas. Pasalnya mereka telah lama memanfaatkan barang-barang bekas warga untuk dijual kembali. Itu yang dilakuan warga Bukit Panjangan Asri Blok K RT 6 RW 8 Kelurahan Manyaran melalui kegiatan rutin yang diberi nama ‘One Kilo’, Minggu (5/2).

Warga Bukit Panjangan Asri sedang mengumpulkan barang-barang bekas, Minggu (5/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Salah satu pengurus RT, Henry Agus Setiawan mengungkapkan bahwa awal mula dari dilakukannya kegiatan tersebut lantaran ide yang dicetuskan salah satu warga saat minimnya kas RT beberapa tahun lalu. “Padahal saat itu ada kebutuhan finansial untuk kegiatan warga menjelang tujuh belasan,” ujarnya sembari memilah barang-barang bekas yang dikumpulkan warga.

Saat itu, sambungnya, responnya bagus, apalagi terlihat adanya peningkatan jumlah uang kas setiap minggunya. “Daripada botol bekas, kardus bekas, dan barang-barang bekas lainnya dibuang, mending dirosokkan saja, lumayan iuran warga saat ada kegiatan jadi lebih ringan,” tambah Henry.

One Kilo tersebut selama ini telah rutin dijalankan warga setempat setiap minggunya sejak tahun 2011. Barang bekas atau sampah rumah tangga tersebut dkumpulkan dengan menggunakan mobil boks milik salah satu warga dari rumah ke rumah yang kemudian dikumpulkan di pos kampling dan dilakukan pengelompokan sesuai jenis sampah.

Tak disangka warga dapat mengumpulkan kurang lebih Rp 200.000 hingga Rp 250.000 setiap bulannya. “”Ini sangat membantu terutama ketika warga akan mengadakan kegiatan,” ujar Duta, pencetus ide One Kilo.

Selama ini hasil dari berjualan rosok tersebut telah dimanfaatkan warga Panjangan Asri untuk sejumlah kegiatan di antaranya kegiatan 17 Agustusan, pemilihan RT, buka puasa bersama, halal bi halal serta pembangunan pos kampling.

Selain itu ibu-ibu rumah tangga di RT 6 RW 8 tersebut juga memanfaatkan limbah minyak bekas yang dikumpulkan menggunakan botol air mineral dan dihargai Rp 3.000 per botol. Minyak bekas atau jelantah tersebut diolah menjadi bahan bakar. (duh)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link