Home > METRO BERITA > Proses Ganti Rugi SMP 16 Semarang yang Tergusur Jalan Tol Tidak Jelas

Proses Ganti Rugi SMP 16 Semarang yang Tergusur Jalan Tol Tidak Jelas

METROSEMARANG.COM – SMP Negeri 16 Semarang di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, hanya 10 persen dari total luas lahan 9.000 m2 yang akan tergusur proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang. Meskipun demikian proses ganti ruginya masih belum jelas.

Kepala SMP 16 Semarang, Yuli Heriani. Foto: metrosemarang.com/dok
Kepala SMP 16 Semarang, Yuli Heriani. Foto: metrosemarang.com/dok

Sekolah ini sudah didirikan sejak 15 Desember 1983 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Mendikbud RI No 0247/0/1983. Setelah hampir 33 tahun akhirnya akan tergusur.

Sekolah yang berada di Jalan Prof Dr Hamka Ngaliyan memiliki beberapa fasilitas. Di antaranya ada lapangan olah raga, ruang perpustakaan, aula, UKS, laboratorium komputer, dan ruang konseling.

Beberapa fasilitas itu bakal dihancurkan karena terkena proyek pembangunan jalan tol. Seperti aula, ruang guru, ruang bimbingan konseling dan ruang penjaga sekolah. Ruang kelas sejumlah 5 ruangan juga akan ikut tergusur.

“Pintu gerbang sekolah di pinggir Jalan Prof Dr Hamka nantinya juga akan dipindah ke samping karena ada jalan tol,’’ kata Kepala SMP Negeri 16 Semarang, Yuli Heriani, Selasa (8/11).

Meskipun ada fasilitas tersebut yang tergusur pembangunan jalan tol proses ganti ruginya masih belum jelas. Apakah dengan ganti rugi uang atau tukar guling lahan. Sebab, belum pernah ada dari pihak pelaksana pembangunan jalan tol yang mendatangi sekolah.

Bahkan saat menemui Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang juga menyatakan belum pernah diajak bicara pelaksana pembangunan. Pihaknya justru mengetahui sekolahnya termasuk tergusur proyek jalan tol dari pihak kecamatan setempat secara tak sengaja.

Dari rapat di kecamatan, diketahui dari 5 ruang kelas yang terkena jalan tol hanya sebagian bangunannya saja yang tergusur. Sedangan untuk ruang guru di lantai 2 atau di atas aula mungkin hampir seluruhnya tergusur.

Karena sekolah tidak direlokasi, bangunan yang tergusur ini rencana akan dibangunkan gedung baru di belakang. Sebab di belakang sekolah masih ada lahan milik sekolah yang saat ini dipakai untuk jalan akses ke perumahan.

‘’Jika dikalkulasi sekitar 10 persen bangunan yang tergusur. Bangunan ini akan dibangun lagi di belakang. Jadi sekolah punya lahan di belakang yang dulu dipinjamkan untuk akses ke perumahan. Karena perumahan ini seluruhnya juga ikut terkena gusuran, maka akan kami minta kembali,’’ kata Yuli Heriani. (duh)