Home > METRO BERITA > Fokus Metro Semarang > Proyek Betonisasi Idealnya Dilakukan saat Kemarau

Proyek Betonisasi Idealnya Dilakukan saat Kemarau

Pengerjaan betonisasi jalur Pantura idealnya dilakukan saat musim kemarau. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Pengerjaan betonisasi jalur Pantura idealnya dilakukan saat musim kemarau. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Betonisasi jalur Pantura dianggap menjadi solusi ideal untuk mengatasi kerusakan yang kerap dikeluhkan pengguna jalan. Dibanding aspal, jalan beton punya umur yang lebih panjang asalkan dikerjakan secara benar. Pengerjaan betonisasi idealnya dilakukan di musim kering.

Menurut pemaparan pakar transportasi dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, jalan berebeton sudah ada sekitar tahun 1985 di Semarang. Jalan tersebut ada di jalan menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Diperkirakan, jalan tersebut sudah tertimbun material jalan baru hingga satu meter di bawah jalan yang baru.

“Umur jalan beton idealnya adalah sekitar 10 tahun. Kalau umur beton baru sebentar tapi sudah rusak parah, perlu dicurigai material yang digunakan tidak sesuai standar atau dikorupsi,” kata dia.

Sekarang, pembangunan betonisasi jalan sedang digalakan di Jalur Pantura, di Kota Semarang. “Jalan beton mempunyai ketahanan lebih baik dibanding aspal, terutama di sepanjang Pantura. Seperti yang kita tahu, jalur Pantura memiliki karakteristik tanah yang tidak stabil,” terang Djoko.

Dia mengambahkan, jalan beton juga harus dirawat. Perawatan yang biasa dilakukan adalah segera menambalnya ketika sudah terindikasi akan terjadi kerusakan. Djoko mengungkapkan, proyek betonisasi lebih baik dikerjakan ketika musim kering. Dengan pengerjaan yang sesuai standar, satu ruas blok betonisasi jalan bisa dikerjakan dalam waktu satu pekan.

Namun, yang terjadi adalah, pengerjaan betonisasi dilakukan di musim penghujan. “Mungkin terkendala mekanisme prosedural seperti proses lelang dan sebagainya yang membutuhkan waktu yang cukup lama,” ujarnya. (ade)