Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS Antisipasi Set Piece Askar Bertuah

PSIS Antisipasi Set Piece Askar Bertuah

METROSEMARANG.COM – Pelatih PSIS, Eko Riyadi mewaspadai ancaman set piece yang dimiliki PSPS Pekanbaru. Dia tak ingin anak buahnya kembali kecolongan dari situasi yang sama saat kedua tim kembali bertemu di Stadion Jatidiri, Minggu (30/10).

Bayu Andra disiapkan sebagai eksekutor bola mati. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Bayu Andra disiapkan sebagai eksekutor bola mati. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Pada pertemuan pertama di Stadion Kaharudin Nasution, 2 Oktober silam, PSIS harus mengakui keunggulan Askar Bertuah dengan skor 1-2. Meski mampu mengontrol pertandingan, Mahesa Jenar ‘dihukum’ dua gol dari skema bola mati yang sukses dieksekusi oleh M Fahri.

“Kami tak boleh mengulangi kesalahan yang sama. Jangan terlalu sering membuat pelanggaran di area sendiri, karena PSPS terbukti sangat berbahaya dalam situasi bola mati,” kata dia, Kamis (27/10).

Eko pantas was-was dengan ancaman set piece dari kubu lawan. Statistik juga membuktikan bahwa Johan Yoga dkk seringkali kecolongan saat menghadapi bola mati, meski mereka juga kerap menghukum lawan dari situasi serupa.

Hingga putaran pertama babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B, gawang PSIS sudah 10 kali dibobol lawan, enam di antaranya berasal dari bola mati. Rinciannya, tiga penalti dan sisanya dari tendangan bebas.

Kondisi ini cukup ironis mengingat PSIS juga lihai dalam memanfaatkan set piece. Tim ini sangat produktif dan sudah menghasilkan 24 gol (minus kemenangan WO atas Persipur) dari 15 pertandingan. Separuh atau 12 gol dikreasi dari set piece (6 penalti, 4 freekick dan 2 corner).

Selain mengasah kemampuan mengantisipasi set piece, Eko juga sudah menyiapkan eksekutor jika timnya mendapatkan bola mati. “Semua peluang sebisa mungkin berbuah gol, termasuk dari set piece. Bayu Andra dan Yunus cukup bisa diandalkan dalam situasi seperti itu,” tegasnya.

Hingga putaran pertama babak 16 besar, PSIS masih bercokol di peringkat tiga Grup D dengan empat angka, unggul satu poin dari Persekap Pasuruan di posisi empat. Jumlah yang sama juga dimiliki PSPS di posisi runner up. Sedangkan PSGC Ciamis berada di puncak klasemen dengan torehan lima poin. (twy)