Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS akan Berjuang hingga Akhir

PSIS akan Berjuang hingga Akhir

METROSEMARANG.COM – Peluang PSIS lolos ke babak 8 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B belum sepenuhnya tertutup. CEO Yoyok Sukawi berjanji timnya akan berjuang sampai laga terakhir melawan PSGC Ciamis, 12 November mendatang.

Johan Yoga berusaha menghindari tebasan kapten Persekap, Ali Khumaidi. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Johan Yoga berusaha menghindari tebasan kapten Persekap, Ali Khumaidi. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

“Dengan kekalahan ini peluang PSIS semakin menipis. Tapi, kami akan tetap fight sampai pertandingan terakhir,” kata Yoyok, yang hadir langsung di Stadion Untung Suropati, Minggu (6/11).

Kalaupun gagal lolos, Yoyok bakal segera melakukan evaluasi dan mempersiapkan tim untuk kompetisi musim depan. “Bagi saya, tim PSIS saat ini kurang trengginas. Setelah ISC selesai, kami segera melakukan evaluasi untuk persiapan musim depan,” urainya.

Kekalahan di kandang Persekap membuat Mahesa Jenar belum beranjak dari dasar klasemen Grup D dengan torehan lima poin. PSPS Pekanbaru dan PSGC setingkat di atas dengan koleksi enam poin, sedangkan Persekap kokoh di puncak dengan torehan 9 angka.

Dengan satu pertandingan tersisa, peluang terbesar dimiliki PSPS dan Persekap. Dua tim ini akan bertarung di Stadion Kaharudin Nasution, 12 November. Jika PSPS gagal menang, PSIS berpeluang menyodok kalau bisa mengalahkan PSGC.

Posisi Persekap juga belum benar-benar aman. Laskar Suropati bisa saja gagal lolos jika mereka kalah di Pekanbaru dan PSGC menang atas PSIS. Dengan demikian perolehan poin Ali Khumaidi dkk bakal sama dengan PSGC. Tapi Laskar Galuh berhak lolos karena unggul head to head atas Persekap.

Perkelahian massal yang berujung kartu merah untuk Arif Yanggi dan satu pemain Persekap. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Perkelahian massal yang berujung kartu merah untuk Arif Yanggi dan satu pemain Persekap. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Pelatih Persekap, Aris Budi Prasetyo menyebut timnya masih menikmati kemenangan atas PSIS dan belum berpikir tentang pertandingan berikutnya di Pekanbaru. Apalagi saat ini timnya masih dibelit kesulitan finansial.

“Lawan PSPS kami cukup realistis, minimal bisa seri. Masalahnya kami juga belum tahu bagaimana bisa ke Pekanbaru dengan kondisi saat ini. Pemain-pemain saya bahkan sudah satu bulan belum digaji,” tutur pelatih yang juga merangkap sebagai Manajer Persekap.

Laga Persekap versus PSIS berkesudahan 1-0 untuk kemenangan tuan rumah. Satu-satunya gol di pertandingan tersebut dihasilkan Mariono di menit 80, usai menerima assist Bagus Tjahyono. Kedua tim harus mengakhiri laga dengan 10 pemain akibat keributan di penghujung pertandingan. (twy)