Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS Berpacu dengan Waktu Padukan Pemain Baru

PSIS Berpacu dengan Waktu Padukan Pemain Baru

METROSEMARANG.COM – Eko Riyadi rupa-rupanya cukup puas dengan aktivitas transfer PSIS jelang fase 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Masalahnya, sang pelatih belum bisa menampilkan kekuatan timnya secara utuh karena gangguan cedera yang menimpa sejumlah pilar.

Skuat PSIS minus M Yunus saat meladeni Bhayangkara U-21, Jumat (23/9). Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Skuat PSIS minus M Yunus saat meladeni Bhayangkara U-21, Jumat (23/9). Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Manajemen Mahesa Jenar sudah mendatangkan lima penggawa anyar untuk menggantikan empat pemain yang dilepas usai berakhirnya putaran grup di pekan kedua September. Mereka adalah Dedi CP (winger), Arif Yanggi (winger), Bayu Andra (gelandang serang), Iwan Wahyudi (gelandang bertahan) dan Herry Susilo (bek/stopper).

Dalam waktu dekat dua penggawa PON Jateng juga akan merapat ke Semarang. Eko Riyadi juga masih menginginkan tambahan pemain baru di posisi striker.

Minus Arif Yanggi, empat muka baru sudah pernah ditampilkan saat PSIS melakoni dua kali ujicoba kontra PS Undip dan Bhayangkara U-21. Mereka langsung mengisi daftar starting XI yang diproyeksikan menjadi skuat inti Mahesa Jenar.

Namun, masih ada kepingan puzzle yang sampai saat ini belum bisa dimainkan untuk melengkapi skema ideal yang diinginkan Eko Riyadi. Dia adalah M Yunus yang diharapkan bisa memainkan peran sebagai gelandang nomor 10 di belakang striker Johan Yoga dalam formasi 4-2-3-1.

Pemain asal Temanggung itu belum mendapat lampu hijau dari tim medis karena masih dalam masa pemulihan cedera low back pain. “Yunus sebenarnya sudah bergabung latihan dalam sepekan terakhir. Tapi, atas rekomendasi tim medis, dia masih belum diizinkan terlibat dalam pertandingan,” kata Manajer PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto.

Dalam ujicoba terakhir kontra Bhayangkara akhir pekan kemarin, lini tengah PSIS benar-benar merindukan kehadiran Yunus. Alur serangan Mahesa Jenar kerap terputus di tengah jalan setelah mereka sukses merebut bola dari lawan. Koordinasi antarlini juga belum terjalin dengan sempurna.

Eko pun sudah mencoba beberapa pemain untuk mengisi peran yang ditinggalkan Yunus. Mulai dari Hari Nur, Feri Ariawan hingga Bayu Andra. Tapi hasilnya belum sesuai ekspektasi.

Pelatih 48 tahun itu sepertinya sudah cukup puas dengan performa Bayu Andra dan Iwan ‘Samson’ sebagai pivot di depan kuartet pemain bertahan. Eko juga mulai membiasakan Safrudin Tahar bertugas sebagai bek kiri untuk memberi tempat kepada Herry Susilo di sisi kanan pertahanan.

“Saya hanya akan memainkan pemain yang benar-benar siap. Kondisi seperti ini juga bisa terjadi saat kompetisi mulai bergulir. Jadi kami harus bisa memaksimalkan pemain yang ada,” beber Eko Riyadi.

Eks pembesut Persitema Temanggung tersebut juga harus bersabar untuk bisa menggunakan jasa Arif Yanggi. Pemain yang dicomot dari Persip Pekalongan itu belum sepenuhnya pulih dari cedera lutut yang didapat saat berlaga di fase penyisihan grup.

Durasi waktu dua pekan tentunya terlalu singkat untuk menilai hasil racikan Eko Riyadi bersama penggawa baru. Padahal, PSIS akhir pekan ini Fauzan Fajri cs sudah harus terbang ke Pekanbaru untuk meladeni PSPS di laga perdana babak 16 besar, 2 Oktober mendatang.

“Tim ini memang belum sempurna, tapi setidaknya proses adaptasi pemain baru cukup positif. Mereka juga bisa memahami cara main seperti yang saya inginkan,” tutup Eko.¬†(twy)