Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS Bertekad Cari Penebusan di Pasuruan

PSIS Bertekad Cari Penebusan di Pasuruan

METROSEMARANG.COM – PSIS diminta segera bangkit dan melupakan kegagalan memetik poin penuh atas PSPS Pekanbaru. Fauzan Fajri dkk dituntut bisa mengganti poin yang hilang saat melawat ke kandang Persekap Pasuruan, pekan depan.

Johan Yoga gagal menuntaskan hadiah penalti untuk memberi kemenangan timnya. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Johan Yoga gagal menuntaskan hadiah penalti untuk memberi kemenangan timnya. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Skuat Mahesa Jenar hanya sanggup bermain imbang tanpa gol kala menjamu PSPS di Stadion Jatidiri, Minggu (30/10) sore. Dominasi PSIS di pertandingan itu tak berarti apa-apa ketika harus menghadapi rapatnya pertahanan Askar Bertuah.

Bahkan, tekanan yang dilancarkan PSIS membuat pemain PSPS lebih sibuk melindungi gawang Susanto dari kebobolan. Sepanjang babak pertama, skuat racikan Philep Hansen Maramis tak sekalipun melakukan percobaan ke gawang tuan rumah. Sedangkan PSIS melakukan tujuh percobaan, dengan tiga di antaranya tepat sasaran.

Namun situasi itu mulai berubah di babak kedua. Tim tamu tak hanya menunggu tapi juga lebih berani mengambil inisiatif serangan. Ini juga tak terlepas dari berkurangnya tekanan yang dilancarkan tuan rumah.

Kegagalan eksekusi penalti Johan Yoga di menit 69 semakin menambah tekanan pada pemain PSIS. Di sisi lain, PSPS justru kian percaya diri. Meski harus bermain dengan 10 orang, mereka terlihat nyaman menikmati sisa pertandingan.

Usaha PSIS untuk mencetak gol makin berat setelah Ahmad Agung juga diusir wasit di menit 88. Pemain yang masuk menggantikan Johan Yoga itu mengantongi kartu kuning kedua akibat melanggar Ponda Dwi Saputra.

“Kami bermain di bawah form hari ini. Kegagalan penalti Johan juga sempat membuat mental pemain down. Tapi, mereka sudah berjuang maksimal meski hasilnya tidak sesuai harapan,” kata Sumardi Widodo, Asisten Pelatih PSIS.

Terpisah, Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho meminta agar para pemain tak terlalu larut meratapi kegagalan mengamankan tiga poin di kandang. Dia berharap Fauzan Fajri dkk segera bangkit dan berbenah untuk persiapan away ke Pasuruan.

“Hasil seri belum menutup peluang PSIS. Tak perlu saling menyalahkan. Kami harus bisa bangkit dan melupakan pertandingan hari ini,” tegasnya.

Agung mengakui jika solidnya pertahanan PSPS membuat anak asuh Eko Riyadi frustrasi. “Ini menjadi problem kami ketika menghadapi tim yang lebih banyak bertahan. Pemain menjadi kemrungsung (terburu-buru) ketika tak kunjung bikin gol,” urainya.

PSIS masih menyisakan dua laga lagi di babak 16 besar. Pada 6 November, mereka akan meladeni pemuncak klasemen Grup D, Persekap Pasuruan. Selanjutnya pada 12 November, Mahesa Jenar bakal menjamu PSGC di Jatidiri.

Saat ini tim Ibukota Jateng masih berada di posisi juru kunci dengan torehan empat poin. Poin serupa juga dimiliki PSPS dan PSGC. Sedangkan Persekap aman di posisi teratas dengan keunggulan satu poin di atas tiga pesaingnya. (twy)