Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS Butuh Tenaga Baru

PSIS Butuh Tenaga Baru

METROSEMARANG.COM – PSIS harus menelan kekalahan kedua di turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) B kala berkunjung ke markas Persijap Jepara, Sabtu (3/9). Hasil negatif tersebut memberi warning bagi tim pelatih untuk secepatnya berbenah sebelum babak 16 besar digulirkan.

Jordan Foranda (putih) kesulitan lepas dari kawalan Fauzan Jamal. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Jordan Foranda (putih) kesulitan lepas dari kawalan Fauzan Jamal. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Meladeni Laskar Kalinyamat di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), pelatih Eko Riyadi menampilkan formasi darurat untuk menutup absennya sejumlah pilar. Duet Yogi Ardianto dan Edy Anto turun sejak menit pertama, mengisi kekosongan yang ditinggalkan M Yunus dan Ahmad Agung di lini tengah.

Di jantung pertahanan, Eko juga mencoba formasi baru dengan menyandingkan dua bek senior AM Bahtiar dan Fauzan Fajri. Sedangkan, Andriantono Ariza kembali diberi kepercayaan mengawal sisi kiri pertahanan.

Meski tetap mempertahankan skema 4-2-3-1, formasi baru tersebut cukup kerepotan menandingi permainan cepat yang dikembangkan Persijap di awal laga. Serangan sayap yang selama ini menjadi senjata skuat Mahesa Jenar juga sudah diantisipasi tuan rumah. Akibatnya, kedua flank PSIS yang diisi Hari Nur dan Jordan Foranda kesulitan melepas crossing kepada Johan Yoga.

Sepanjang babak pertama, tercatat hanya dua kali serangan sayap Mahesa Jenar yang membahayakan pertahanan Persijap melalui akselerasi Hari Nur. Sedangkan Jordan tak mampu keluar dari kawalan Fauzan Jamal di sisi kanan.

Saat kedua sayap gagal berfungsi maksimal, PSIS juga tak mampu memberi ancaman dari area tengah. Feri Ariawan yang berperan sebagai second striker juga tak pernah lepas dari pengawalan Abdul Latif.

Di paruh kedua permainan PSIS memang lebih menggigit, seiring berkurangnya tekanan yang dilancarkan tuan rumah. Selepas pergantian babak, anak asuh Eko Riyadi berhasil menciptakan sejumlah peluang. Sementara, Persijap bermain taktis dan hanya menunggu pemain-pemain PSIS membuat kesalahan.

Namun, Persijap justru mampu mencuri gol tambahan melalui Ahmad Rendi Pradana, memanfaatkan buruknya koordinasi barisan pertahanan Mahesa Jenar. Gol itu melengkapi derita PSIS yang kecolongan oleh gol Gipsy Salattaalaita di awal babak pertama.

Sekalipun gagal menuai poin, asisten pelatih Sumardi Widodo tetap puas dengan penampilan timnya. Performa pemain yang selama ini jarang tampil, menurutnya juga cukup mengesankan.

“Hasilnya memang belum memenuhi target. Tapi, secara permainan kami juga bisa mengimbangi Persijap, setidaknya dari peluang-peluang di babak kedua,” katanya, seusai pertandingan.

Dengan posisi PSIS yang sudah menyegel satu tempat di babak 16 besar, Sumardi mengisyaratkan bakal kembali memberi kepercayaan kepada beberapa pemain pelapis di laga pamungkas melawan PPSM Magelang, Sabtu (10/9) mendatang. Begitu juga saat Mahesa Jenar berlaga di trofeo bersama Bhayangkara U-21 dan PON Jateng, Kamis (8/9).

“Kami akan memberi kesempatan kepada beberapa pemain untuk menambah jam terbang, sehingga mereka sudah siap saat dibutuhkan tenaganya di babak 16 besar. Ada kemungkinan kami akan menambah pemain baru setelah berakhirnya putaran grup,” tukasnya.

Kekalahan dari Persijap adalah yang kedua dialami PSIS sepanjang ISC B. Sebelumnya, Fauzan Fajri cs keok 0-1 di kandang PSIM Yogyakarta pada 30 Juli silam. Saat ini PSIS masih kokoh di puncak klasemen dengan mengantongi 25 poin dan sudah memastikan lolos sebagai juara Grup 4. (twy)