Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS Diminta Main Lebih Efektif

PSIS Diminta Main Lebih Efektif

METROSEMARANG.COM – PSIS mengemban misi berat kala menyambangi markas Persekap Pasuruan, Minggu (6/11). Fauzan Fajri dkk tak boleh mengulang kesalahan yang sama seperti di laga terakhir lawan PSPS Pekanbaru dan diminta bermain lebih efektif demi meredam permainan Laskar Suropati (The Lasser).

Kecepatan Dedi CP (kiri) dibutuhkan untuk mengganggu pertahanan Persekap dari sisi sayap. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Kecepatan Dedi CP (kiri) dibutuhkan untuk mengganggu pertahanan Persekap dari sisi sayap. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Datang sebagai tamu, skuat Mahesa Jenar punya beban bisa membawa pulang poin dari Stadion Untung Suropati jika tak ingin terlempar dari persaingan menuju babak 8 besar turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Kekalahan bakal membuat langkah PSIS semakin berat dan harus bergantung pada tim lain di laga pamungkas.

Pelatih Eko Riyadi berujar bahwa target mengamankan poin di Pasuruan bukan hal yang mustahil bisa tercapai. Namun, dia mengingatkan agar anak asuhnya sanggup memerbaiki sejumlah kekurangan.

“Kami harus bisa bermain lebih efektif. Anak-anak harus lebih sabar dan tak mudah kehilangan bola, karena kesalahan sekecil apapun sama saja memberi kesempatan lawan untuk mencetak gol,” kata dia, Jumat (4/11).

Saat menjamu PSPS di Jatidiri, Minggu (30/10) silam, PSIS memang tampil dominan dan menghasilkan 12 percobaan dengan lima berstatus on target, termasuk penalti yang gagal dieksekusi oleh Johan Yoga. Tapi, tak satupun peluang yang dihasilkan bisa dikonversi menjadi gol.

Eko juga tak mau pasukannya terbuai dengan kemenangan 3-1 ketika meladeni skuat besutan Aris Budi Prasetyo di Jatidiri, 9 Oktober silam. Menurutnya, Persekap merupakan tim yang berbahaya, apalagi mereka bermain di kandang sendiri.

“Saat main di Semarang, Persekap membuktikan sebagai tim yang solid. Terbukti, mereka banyak menghasilkan peluang saat memutuskan untuk keluar menyerang,” beber pelatih 48 tahun ini.

Kecepatan kedua sayap Persekap juga menjadi catatan khusus bagi Eko Riyadi. Karenanya, dia juga akan melakukan pendekatan berbeda untuk meredam permainan tuan rumah.

“Persekap pasti akan lebih agresif menyerang. Kami akan menunggu mereka membuat kesalahan dan melakukan counter attack. Tapi, strategi tersebut bisa saja berubah tergantung situasi di lapangan,” tegasnya.

Sementara, Direktur Teknik Setyo Agung Nugroho menyoroti mental armada Eko Riyadi. Menurut dia, pemain-pemain PSIS belum bisa konsisten memertahankan fokus selama 2×45 menit, apalagi jika tak kunjung menghasilkan gol.

“Pemain harus lebih tenang dalam membangun serangan. Koordinasi antarlini juga perlu pembenahan. Jika kekurangan itu bisa diatasi, saya optimis tim ini mampu mendulang poin di Pasuruan,” tegasnya.

Hingga matchday 4 babak 16 besar, PSIS masih terdampar di posisi paling buncit dengan torehan lima poin. Mereka hanya kalah produktivitas gol dari PSGC dan PSPS. Sedangkan Persekap berada di posisi teratas dengan enam poin. (twy)