Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS Gagal ke 8 Besar, Yoyok Beri Nilai 9 untuk Suporter

PSIS Gagal ke 8 Besar, Yoyok Beri Nilai 9 untuk Suporter

METROSEMARANG.COM – Kegagalan PSIS melaju ke babak 8 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B menjadi catatan khusus bagi CEO Yoyok Sukawi. Di luar aspek manajemen maupun ofisial, apresiasi tinggi diberikan untuk suporter Mahesa Jenar.

Dukungan suporter menjadi nilai plus di balik melempemnya PSIS musim ini. Foto: metrosemarang.com
Dukungan suporter menjadi nilai plus di balik melempemnya PSIS musim ini. Foto: metrosemarang.com

PSIS harus mengakhiri kiprah di ISC B lebih dini. Alih-alih menjadi juara, Johan Yoga dkk justru kalah bersaing dengan Persekap Pasuruan dan PSPS Pekanbaru di fase 16 besar. Padahal, dua tim tersebut awalnya kurang diperhitungkan di Grup D yang diprediksi bakal meloloskan PSIS dan PSGC Ciamis.

Yoyok pun menyoroti sejumlah faktor yang menjadi biang kegagalan timnya di turnamen kasta kedua ini. Ketidakpastian jadwal dimulainya ISC B disebutnya juga berpengaruh dalam persiapan tim. Akibatnya, pembentukan tim mepet dan ujung-ujungnya berimbas pada proses perburuan pemain.

“PSIS memang masih bisa menguasai di babak penyisihan grup. Tapi, itu bukan berarti tim PSIS kuat, karena saat itu lawan juga kurang berimbang. Hasil di babak penyisihan grup justru membuat tim lengah ketika masuk fase 16 besar,” kata dia, Rabu (16/11).

Menurutnya, perombakan besar-besaran yang dilakukan di babak 16 besar juga tidak mampu meningkatkan kualitas tim, namun justru membuat tim menjadi labil. “Seharusnya tim disiapkan dalam jangka panjang, bukannya di tengah kompetisi. Apalagi jumlahnya banyak, sehingga tim menjadi labil dan kurang kondusif,” beber politisi Partai Demokrat ini.

Meski kurang puas dengan pencapaian PSIS, Yoyok tetap memberi acungan jempol untuk loyalitas yang diperlihatkan suporter. Berdasarkan evaluasi musim ini, dukungan pemain ke-12 menjadi nilai plus buat tim Ibukota Jateng.

“Peningkatan tim hanya di sisi dukungan suporter yang kuat dan maksimal, saya acungi jempol. Secara keseluruhan saya beri nilai 6 untuk manajemen dan ofisial, 7 untuk pemain dan 9 untuk suporter. Evaluasi ini bukan untuk saling menyalahkan atau mencari kambing hitam tapi untuk perbaikan PSIS ke depan,” tegasnya. (twy)