Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS Masih Berharap Pengampunan bagi Pemain Terhukum

PSIS Masih Berharap Pengampunan bagi Pemain Terhukum

METROSEMARANG.COM – CEO PSIS, Yoyok Sukawi masih berharap pengampunan bagi pemain-pemainnya yang tersandung kasus ‘sepakbola gajah’. Keputusan tersebut diharapkan sudah digedok sebelum kompetisi digulirkan akhir Maret mendatang.

Reaksi suporter PSIS atas hukuman yang dijatuhkan kepada timnya pada 2014 silam. Foto: metrosemarang.com/dok

Status pemain dan ofisial tim PSIS Semarang maupun PSS Sleman yang terkena sanksi, imbas drama lima gol bunuh diri pada 2014 silam masih tetap sama. Mereka dilarang beraktivitas di kompetisi PSSI sesuai hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin dan dipertegas Komisi Banding PSSI.

Asa pengampunan sempat mencuat sebelum digelarnya Kongres Tahunan PSSI di Bandung, 8 Januari 2017 silam. Namun, saat itu hanya dibahas status klub dan perseorangan mantan pengurus PSSI.

“Semula memang diusulkan masuk agenda kongres, tapi terrnyata hal itu melanggar kode disiplin. Karena produk hukum yang dikeluarkan Komdis atau Komding harus melalui mekanisme peninjauan kembali (PK) Ketua Umum PSSI,” kata Yoyok, Selasa (10/1).

Menurutnya, pengampunan untuk pemain dan ofisial tim yang terkena sanksi baru akan dibahas pada rapat Exco. “Permohonan PK sudah diterima oleh Ketua Umum. Untuk pembahasannya baru akan dilakukan dalam agenda rapat Exco selanjutnya. Yang jelas sebelum kompetisi digulirkan, agar para pemain dan ofisial dapat keadilan,” bebernya.

Namun, pria yang juga menjadi anggota Exco PSSI ini tidak bisa memberi garansi semua bakal terbebas dari sanksi. Menurutnya, hal itu juga ditentukan peran dari masing-masing individu dalam kasus yang terjadi di Stadion Sasana Krida AAU Adisucipto, Sleman tersebut.

“Bahasannya bukan hanya kasus sepakbola gajah, tapi juga kasus-kasus lainnya. Ada sekitar 100 lebih pemain maupun ofisial tim yang sampai sekarang juga masih menunggu pengampunan,” ucapnya.

Sekadar diketahui, dalam kasus sepakbola gajah di Sleman, sebanyak 18 pemain dan enam ofisial PSIS dijatuhi sanksi beragam, mulai hukuman percobaan satu tahun hingga larangan beraktivitas di lapangan hijau seumur hidup. Selain sanksi personal, Komdis juga mendiskualifikasi PSIS dan PSS dari kompetisi Divisi Utama 2014. (twy)

Tinggalkan Balasan