Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS Ogah Bergantung pada Tim Lain

PSIS Ogah Bergantung pada Tim Lain

METROSEMARANG.COM – Hasil imbang kontra PSPS Pekanbaru, akhir pekan kemarin membuat PSIS berada pada posisi kurang menguntungkan dalam persaingan memerebutkan dua tiket 8 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Namun, kubu Mahesa Jenar masih optimistis bisa lolos dari Grup D tanpa harus bergantung pada tim lain.

PSIS masih optimistis lolos ke babak 8 besar tanpa harus bergantung tim lain. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
PSIS masih optimistis lolos ke babak 8 besar tanpa harus bergantung tim lain. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Setelah merampungkan matchday 4 babak 16 besar, persaingan di Grup D yang dihuni PSIS, PSGC Ciamis, PSPS dan Persekap Kota Pasuruan paling ketat dibanding tiga grup lainnya. Empat tim masih memiliki kans yang sama besar untuk melaju ke fase berikutnya. Bahkan, pemuncak klasemen, Persekap dan peringkat empat yang dihuni PSIS hanya dipisahkan satu poin.

Di grup ini ada tiga tim yang memiliki poin 5, yakni PSIS, PSPS dan PSGC. Dengan dua pertandingan tersisa, posisi di papan klasemen masih sangat mungkin berubah. Masing-masing tim masih menyisakan satu laga away dan sekali home.

Laga terdekat PSIS adalah berkunjung ke Stadion Untung Suropati yang menjadi markas Persekap pada Minggu (6/11) mendatang. Armada Eko Riyadi tak boleh kehilangan poin lagi demi menjaga asa lolos ke 8 besar. Pasalnya, PSGC lebih diunggulkan bisa mengatasi PSPS saat kedua tim bertemu di Stadion Galuh, Sabtu (5/11).

Jika bisa mengamankan satu poin di Pasuruan, Mahesa Jenar bisa menjaga peluang lolos tanpa bergantung hasil pertandingan lain pada matchday terakhir, Sabtu (12/11). Dengan catatan, Fauzan Fajri dkk bisa mengalahkan PSGC, sehingga poin akhir menjadi 9 dan PSPS juga bisa mengatasi Persekap di Pekanbaru. Skenario tersebut akan menempatkan PSIS di puncak klasemen, disusul PSGC (8 poin), PSPS (8 poin) dan Persekap (7 poin).

Namun, situasinya akan semakin rumit jika PSIS gagal mendulang angka di kandang Persekap. Tim Ibukota Jateng masih bisa lolos dengan harapan Persekap setidaknya mampu mencuri satu poin di Pekanbaru. Dengan demikian, Persekap akan tampil sebagai juara grup dengan poin 10, diikuti PSIS (8 poin) yang unggul head to head dengan PSGC (8 poin) dan PSPS (6 poin).

Manajer Tim PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto enggan berandai-andai dengan kemungkinan terburuk. Dia optimistis timnya bisa bangkit dan berjuang keluar dari situasi sulit. “Kami akan fight untuk merebut poin di Pasuruan, sekaligus mengganti poin yang hilang di kandang. Saya percaya dengan kualitas tim ini, sehingga pemain juga harus punya kepercayaan diri dan tampil sebagai sebuah tim,” tegasnya, Rabu (2/11).

Senada juga disampaikan pelatih Eko Riyadi. Dia menepis anggapan timnya tengah berada dalam situasi krisis. “Peluang kami belum habis. Semua tim di Grup D masih punya kans yang sama. Saya kira semua tim juga mengalami tekanan yang sama. Jadi kami akan berusaha mengambil peluang tersebut,” ucapnya.

Eks pembesut Persitema Temanggung ini juga sudah menyiapkan strategi khusus untuk away ke Kota Santri. Minus Ahmad Agung yang terkena suspensi, menurutnya masih bisa ditutupi oleh pemain lainnya. Apalagi, Feri Ariawan yang absen di laga kontra PSPS juga sudah bisa ditampilkan. (twy)