Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS Paling Produktif, Lini Belakang Rentan Kebobolan

PSIS Paling Produktif, Lini Belakang Rentan Kebobolan

 

Kembalinya Fauzan Fajri bakal membuat lini belakang PSIS kembali solid. Foto Metrosemarang
Kembalinya Fauzan Fajri bakal membuat lini belakang PSIS kembali solid. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Perjuangan PSIS di babak 16 besar Divisi Utama bakal dimulai di rumah Persikabo Bogor, Selasa (2/9/2014). Kubu Mahesa Jenar layak menepuk dada dengan predikat tim paling produktif di antara empat kontestan di Grup J. Tapi, catatan impresif itu menyisakan lubang di lini pertahanan, yang menjadikan gawang PSIS cukup sering dibobol lawan.

PSIS mengakhiri fase grup dengan menghuni runner up di bawah Persis Solo. Hasil itu menempatkan Tim Goyang Semarang berada di pool J bersama Pro Duta, Persikabo dan PSCS Cilacap. Dari 14 laga yang dijalani, Fauzan Fajri dkk mengukir sembilan kemenangan, dua imbang dan tiga kekalahan.

Armada Eko Riyadi juga sempat mencatat hasil fenomenal dengan mengukir enam kemenangan beruntun dan menghasilkan 15 gol! Lini pertahanan juga cukup solid dan hanya empat gol yang bersarang di gawang Catur Adi Nugroho di enam pertandingan awal.

Produktivitas PSIS juga masih cukup terjaga hingga akhir putaran grup, dengan torehan 29 gol. Jumlah ini paling banyak di antara tim-tim kontestan Divisi Utama musim ini. Persis Solo yang menjadi juara Grup 4 saja hanya mengoleksi 20 gol. Hanya Pro Duta yang punya rekor gol mendekati PSIS. Skuad Kuda Pegasus sukses menjaringkan 28 gol dari 14 partai.

Tapi,ganasnya lini serang jawara Perserikatan 1987 itu tak diimbangi dengan konsistensi performa barisan pertahanan. Total 12 gol bersarang di gawang PSIS. Hasil itu bukanlah yang paling buruk di antara peserta fase 16 besar. Tapi, jumlah gol yang bersarang ke gawang Mahesa Jenar yang bergantian dikawal Catur Adi Nugroho dan Ivo Andre bukanlah yang terbaik di antara sesama penghuni Grup J. Di grup ini, PSCS dan Persikabo punya rekor kebobolan paling bagus, yakni sembilan gol. Sedangkan PSIS hanya satu gol lebih baik dibanding Pro Duta yang kebobolan 13 kali.

Setelah hanya kebobolan lima gol di paruh pertama kompetisi, tim kebanggaan wong Semarang ini kebobolan tujuh gol di putaran kedua. Bahkan, lima gol terjadi di dua partai terakhir, kontra PSIS (0-2) dan Persipur (2-3). Sekalipun, di dua laga pamungkas itu Eko Riyadi tak menampilkan skuad komplit, tetap saja kebobolan lima gol menjadi pekerjaan rumah bagi Eko Riyadi untuk membenahi lini belakang.

“Organisasi permainan tetap menjadi fokus untuk dibenahi. Transisi saat bertahan akan terus kami poles sebelum masuk fase 16 besar,” kata Eko.

Kembalinya Fauzan Fajri setelah absen di tiga partai terakhir, makin menebalkan asa Eko untuk menambal tembok pertahanan. Kombinasi Fauzan dan Anam Sahrul bakal memberi rasa nyaman bagi kiper Catur Adi Nugroho yang sudah cukup fit untuk mengawal gawang the Blues di Bogor. (*)

Produktivitas Tim-tim di Grup J

Tim                  Memasukkan               Kebobolan

PSIS                29 Gol                             12

Pro Duta       28 Gol                             13

PSCS               27 Gol                               9

Persikabo     17 Gol                               9

 

 

 

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link