Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS vs Persekap: Momentum Kebangkitan

PSIS vs Persekap: Momentum Kebangkitan

METROSEMARANG.COM – PSIS Semarang dan Persekap Pasuruan bakal saling berhadapan di laga kedua Grup D babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B, Minggu (9/10) sore nanti. Duel ini akan menjadi momentum kebangkitan kedua kubu usai menuai hasil negatif di laga sebelumnya.

Fauzan Fajri dkk membidik Persekap sebagai pelampiasan usai kekalahan tandang di Pekanbaru. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Fauzan Fajri dkk membidik Persekap sebagai pelampiasan usai kekalahan tandang di Pekanbaru. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

PSIS dan Persekap sama-sama menelan kekalahan sebelum memulai pertandingan di Stadion Jatidiri. Mahesa Jenar takluk 1-2 saat berkunjung ke markas PSPS Pekanbaru, sedangkan Laskar Suropati kalah 0-4 dari tuan rumah PSGC Ciamis.

Kekalahan bakal menjadikan perjuangan di babak 16 besar semakin berat. “Kami harus bisa memaksimalkan pertandingan kandang untuk menebus poin yang hilang di Pekanbaru,” kata Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho.

Pelatih PSIS Eko Riyadi justru mewaspadai kebangkitan calon lawannya usai kekalahan telak di Ciamis. Menurutnya, hasil pertandingan lawan PSGC tak bisa dijadikan ukuran kekuatan pasukan Aris Budi Prasetyo.

“Persekap tentunya akan habis-habisan untuk curi poin di Semarang. Mereka juga termotivasi bisa mengalahkan PSIS. Pemain harus tetap tenang dan menikmati pertandingan, sehingga permainan bisa sesuai strategi yang kami inginkan,” bebernya.

Pelatih 48 tahun ini kemungkinan bakal melakukan perombakan kecil di starting XI. Pulihnya Arif Yanggi Rahman akan dimaksimalkan untuk menambah daya gedor lini serang Mahesa Jenar.

Sementara, Aris Budi Prasetyo berharap anak asuhnya bisa melupakan kekalahan menyakitkan di Stadion Galuh Ciamis. “Kami nothing to lose saja. Lolos ke 16 besar sudah prestasi tersendiri bagi Persekap. Tapi, kami tetap berharap bisa curi poin di Semarang,” tandasnya. (twy)

Prakiraan Pemain PSISĀ 

4-2-3-1: Syaiful Amar–Herry Susilo, Fauzan Fajri, Rio Saputra, Safrudin Tahar; M Yunus, Bayu Andra; Hari Nur Yulianto, Dedi CP, Arif Yanggi; Johan Yoga