Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS vs PPSM: Menanti Gol Mukri

PSIS vs PPSM: Menanti Gol Mukri

image
Ketajaman Mukri (tengah) kembali diuji di Jatidiri, sore nanti. Foto Metro/MS-01

SEMARANG – Sempat menjanjikan di awal musim, sinar striker lokal PSIS ini terus meredup hingga jelang berakhirnya fase grup. Ya, Hari Nur Yulianto belum juga kembali dalam performa terbaik, seperti yang dia pertontonkan musim lalu.

Tiga gol dalam sepuluh pertandingan tentu bukan prestasi membanggakan bagi seorang striker. Bahkan, produktivitas penyerang yang akrab disapa Mukri ini masih kalah dibanding Fauzan Fajri, yang notabene seorang bek. Kapten PSIS itu sudah menghasilkan empat gol sepanjang musim ini.

Jika melihat rekam jejak petualangan Mukri musim sebelumnya, torehan tersebut tentu saja di luar perkiraan. Musim kemarin, jebolan tim PON Jateng 2012 ini menjadi salah satu local hero yang sanggup membawa Mahesa Jenar melaju hingga babak 12 besar.

Di awal musim 2014 pun, Mukri sempat menunjukkan geliat bakal mengulang prestasi gemilang di musim sebelumnya. Saat membuka kompetisi dengan meladeni Persipur, pemain yang genap berusia 25 pada 31 Juli tersebut turut mendonasikan satu gol kala PSIS menggulung Purwodadi 3-1.

Setelah itu, performanya beringsut anjlok, seiring pelatih Eko Riyadi yang mulai menemukan kerangka ideal untuk mendukung formasi 4-2-3-1. Dengan skema itu, Eko lebih memilih Julio Alcorse sebagai target man. Alhasil, Mukri harus rela menjadi penghuni bangku cadangan.

Usai laga kedua kontra PSIR, pemain bernomor 22 itu tak pernah lagi menjadi starter, kecuali saat Alcorse absen kala Mahesa Jenar menjamu Persiku dan Persis. Bahkan, di dua laga terakhir saat melawat ke Kudus dan Temanggung, Mukri hanya dimainkan selama tak lebih dari dua menit.

Total, sepanjang musim ini Mukri baru mengoleksi 429 menit, dengan empat kali menjadi starter. Kedatangan Ahmad Nufiandani di paruh kedua kompetisi, juga semakin membatasi menit bermainnya.

Pelatih Eko Riyadi pun bisa memaklumi kondisi yang dialami anak buahnya tersebut. Dia juga masih percaya bahwa ketajaman Hari Nur bakal segera kembali. “Ini hanya masalah waktu saja. Kami akan terus mengasah kepercauaan dirinya. Bagaimanapun Mukri tetap penting bagi PSIS,” katanya.

Pelatih asli Semarang ini tak mempermasalahkan penurunan produktivitas Mukri. Bagi dia, seorang striker tak melulu piawai menjaringkan gol. “Sejak awal kami selalu tekankan pentingnya kolektivitas. Seorang striker juga harus bisa membuka ruang bagi pemain lain untuk cetak gol,” imbuhnya.

Peluang Hari Nur untuk menambah pundi-pundi golnya cukup terbuka, saat PSIS meladeni PPSM di Jatidiri, sore nanti. Selain kondisi lawan yang sedang sakit, gawang Macan Tidar sudah cukup akrab bagi Mukri. Saat berkunjung ke Magelang di putaran pertama, Mukri mencetak gol penutup dalam kemenangan 3-1 PSIS.

Ayo, buktikan Mukri!

Statistik Hari Nur
Partai                           Menit   Gol
Vs Persitema              2
Vs Persiku                   2
Vs Persis 1-1             45
Vs Persis 0-1             12
Vs Persiku 3-2           90        1 gol
Vs Persitema 4-0      26
Vs PPSM 3-1              45        1 gol
Vs Persip 2-0              27
Vs PSIR 1-0                90
Vs Persipur 3-1          90        1 gol