Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS vs PSIR: Penegas Status Unggulan

PSIS vs PSIR: Penegas Status Unggulan

METROSEMARANG.COM – Final kecil bakal tersaji di Stadion Jatidiri, Sabtu (20/8) sore nanti kala tuan rumah PSIS menjamu PSIR Rembang. Mahesa Jenar tetap membidik tiga angka untuk melicinkan jalan ke babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B, sementara tim tamu butuh kemenangan agar bisa menjaga asa berlaga di fase selanjutnya.

Johan Yoga bakal menjadi mimpi buruk pertahanan PSIR. Foto: metrosemarang.com
Johan Yoga bakal menjadi mimpi buruk pertahanan PSIR. Foto: metrosemarang.com

PSIS dan PSIR sama-sama mengincar dua tiket sebagai wakil Grup 4 di babak 16 besar ISC B. Jika melihat peringkat kedua tim di papan klasemen, Mahesa Jenar jelas lebih diuntungkan dibanding lawannya.

Johan Yoga dkk masih kokoh di puncak klasemen dengan torehan 19 angka dan menyisakan empat pertandingan. Sedangkan PSIR bercokol di posisi tiga dengan koleksi 13 poin dan tiga partai tersisa. Dengan demikian, tim berjuluk Laskar Dampo Awang itu wajib menyapu bersih tiga laga pamungkas.

Tentunya bukan misi mudah bagi PSIR. Apalagi mereka hanya punya satu laga kandang melawan Persipur Purwodadi. Dua laga lainnya bakal berlangsung di kandang lawan, yakni PSIS dan PSIM Yogyakarta pada 3 September mendatang.

Pelatih PSIR Haryanto pun masih percaya dengan kans timnya. “Kans untuk lolos ke babak 16 besar masih sangat terbuka. Kalau bisa menang lawan PSIS, kenapa tidak? Saya sangat percaya anak-anak bisa melakukannya,” kata dia.

Tren positif yang diperlihatkan Zaenal Arivin dkk dalam lima laga terakhir semakin menebalkan keyakinan Haryanto bahwa anak buahnya bisa membungkus tiga anga dari lawatan ke Semarang.

Kekalahan 1-2 dari PSIS pada 28 Mei silam ternyata menjadi titik balik kebangkitan Dampo Awang. Persipur, PSIM dan Persibat sukses disikat, meski setelah itu hanya bisa memetik hasil imbang lawan PPSM Magelang dan Persijap Jepara.

Sementara bagi PSIS, kemenangan atas PSIR bukan saja bakal mengurangi beban armada Eko Riyadi, sekaligus menjadi penegasan jika mereka memang layak diberi label unggulan di ISC B. Posisi di papan klasemen sudah cukup membuktikan kekuatan Johan Yoga cs.

Meski sempat tergelincir di kandang PSIM, mereka langsung bisa bangkit dan sukses melumat tuan rumah Persibat 4-1. Total 13 gol dijaringkan penggawa Mahesa Jenar dalam lima laga terkini.

Namun, Direktur Teknik Setyo Agung Nugroho memberi ‘warning’ jika kompetisi belum tuntas. Dia meminta agar tim tetap fokus untuk meraih kemenangan dalam setiap pertandingan.

“Kami harus fokus pada diri sendiri. Yang paling penting bisa menang dulu karena posisi PSIS juga belum benar-benar aman,” tegasnya.

Menurutnya, PSIS masih butuh dua kemenangan lagi untuk mengunci tiket 16 besar, dengan asumsi poin saat ini adalah 17. Hal ini lantaran proses banding Persipur atas kekalahan WO dari PSIS belum juga ada kepastian.

Duel sore nanti juga berpotensi menghadirkan banyak gol. PSIR tak ingin sekadar cari aman dan siaap meladeni permainan terbuka tuan rumah. Zaenal ‘Cheng’ dan Rudi Santoso masih menjadi motor serangan Dampo Awang.

PSIS juga wajib mewaspadai agresivitas tim tamu. Torehan 9 gol dalam lima laga terakhir cukup membuktikan ganasnya lini serang PSIR.

Jika Haryanto benar-benar menginstruksikan open play, bisa saja justru menghadirkan petaka buat timnya. Apalagi di kubu tuan rumah dihuni dua bomber maut Johan Yoga dan Hari Nur. Kombinasi duet pernyerang ini sudah menghasilkan 12 gol bagi Mahesa Jenar.

Mereka juga rajin bikin gol ke gawang PSIR dalam tiga perjumpaan terakhir kedua tim. Johan mengemas tiga gol dalam dua laga di Polda Jateng Cup 2015. Sedangkan Hari mendonasikan dua gol, termasuk gol pembuka saat PSIS menang 2-1 pada pertemuan pertama musim ini. (twy)

Prakiraan Pemain:
PSIS 4-2-3-1: Syaiful Amar–Andreantono, Tegar Pribadi, Bahtiar, Safrudin Tahar; Edy Anto, Ahmad Agung; Jordan Foranda, Feri Ariawan, Hari Nur; Johan Yoga

PSIR 4-4-2: Nanda Pradana–Beni AR, Heru Wibowo, Nur Hidayat, Didik K; Yoni Ustaf Bukori, Agus P, Koko Haryanto, Zaenal Arivin; Suyono, Rudi Santoso