Home > Berita Pilihan > PSK Langganan Pejabat Dilarang Tinggal di Sunan Kuning

PSK Langganan Pejabat Dilarang Tinggal di Sunan Kuning

METROSEMARANG.COM – Pekerja seks komersial (PSK) langganan pejabat pemerintahan saat ini dilarang tinggal di Argorejo ‘Sunan Kuning’. Pasalnya, mereka dianggap rentan menularkan penyakit seksual.

Kompleks Lokalisasi Sunan Kuning Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Kompleks Lokalisasi Sunan Kuning
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Jumlahnya yang masuk sini sekarang cenderung berkurang apalagi PSK asal Jabar, DKI Jakarta dan Banten yang biasanya jadi langganan pejabat sudah diusir dari sini,” ungkap Ari Istiadi, Ketua Lentera ASA kepada metrosemarang.com, Jumat (23/9) siang.

Ia yang ikut mendampingi para pekerja seks di resosiliasi terbesar di Ibukota Jateng itu juga menyatakan, pengusiran itu sebagai efek jera karena mereka jarang memeriksakan kesehatannya tiap minggu.

“Mereka yang membandel maka terpaksa diamankan bahkan diusir sekalian,” kata Ari lagi.

Pelarangan PSK Jabar masuk di Sunan Kuning berdampak pada menurunnya tingat populasi penjaja seks setempat. Ia pun tak khawatir apabila dapat merugikan para mucikari dan pemilik wisma.

Ia mengaku keberadaan PSK Jabar dan DKI selama ini kerap memicu rivalitas kerja yang tak sehat. Di satu sisi mereka disukai banyak pria hidung belang, tapi di sisi lain kerap berbuat onar saat di-booking pelanggannya.

“Rivalitas mereka memang sangat tinggi. Mereka malah kerap memusuhi pekerja seks saingannya, walaupun sama-sama memasang tarif yang sama yakni per jamnya Rp 60 ribu,” ujarnya.

Proses pemulangan para PSK Jabar dan DKI Jakarta itu kini telah kelar. Ari menyebut ada 120 orang yang dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Sehingga total pekerja seks yang masih tersisa di Sunan Kuning tinggal 488 orang.

“Anak-anak asal Jabar yang diusir rata-rata rentan HIV/AIDS dan penyakit kelamin menular. Ini merupakan kabar baik di mana Kemensos pada 2019 ingin lokalisasi bersih dari PSK. Mucikari sekarang tidak diperkenankan memasukan PSK ke Sunan Kuning. Kalijodo juga kita tolak,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Resos Argorejo Suwandi membenarkan bila PSK Jabar tak boleh lagi tinggal di wilayah kerjanya.

Ia kini memperketat pendaftaran PSK yang mau masuk ke resos. “Kita cek kesehatan mereka. Lalu kita lakukan razia administrasi dengan melibatkan RT/RWN,” jelasnya.

Ia menambahkan pekerja seks mulai tahun ini hanya boleh tinggal di resos selama tiga tahun dan Dinas Sosial wajib membekali keterampilan kewirausahaan. (far)