Home > METRO BERITA > METRO JATENG > PSK Turun ke Jalan, Ini Kata Pengelola GBL

PSK Turun ke Jalan, Ini Kata Pengelola GBL

Ilustrasi
Ilustrasi

KENDAL – Aktivitas Pekerja Seks Komersial (PSK) Lokalisasi Gambilangu yang ngobyek di pinggir jalan, dikeluhkan warga sekitar. Selain mengganggu ketertiban, para PSK tersebut dikhawatirkan menularkan penyakit karena minimnya pengawasan.

“Harusnya pengurus resosialisasi Gambilangu (GBL) bisa menertibkannya, sehingga tidak ada yang sampai keluar komplek,” ujar Farikhun salah seorang warga Kaliwungu, Jumat (8/8/2014).

Menurutnya, peran dari resosialisasi di lokalisasi Gambilangu untuk mencegah dan melakukan pengawasan terhadap kesehatan para PSK di kompleks tersebut tidak berjalan. Sebab dengan banyaknya PSK yang keluar, tentu saja tidak dapat dilakukan pengawasan terhadap pemakaian alat kontrasepsi untuk menghindari penyakit inveksi menular seksual (IMS).

Terpisah, Ketua Resosialisasi Gambilangu Kendal, Kasmadi membantah banyak PSK yang keluar dari komplek lokalisasi. Namun ia mengakui memang ada para PSK yang kost di luar kompleks. “Tapi jumlahnya, tidak  banyak, hanya beberapa saja,” tuturnya.

Menurutnya, aktivitas PSK di pinggir jalan tersebut sudah bukan tanggungjawab dari pengurus resos. Melainkan tanggung jawab pemerintah daerah Kendal untuk menertibkannya. “Kami tidak bisa melarang para PSK itu untuk menjajakan diri dengan mangkal di tepi jalan. Kami hanya bisa mengatur yang ada di dalam komplek saja, sedangkan yang di luar tanggung jawab Satpol PP untuk menertibaknnya,” imbuhnya.

Meski demikian, Kasmadi memastikan bahwa pembinaan terhadap para PSK tetap dilakukan. Dari segi kesehatan dengan rutin mengadakan screening, tes IMS dan tes VCT untuk mengetahui penyakit HIV/AIDS. “Jika ada mengidap IMS, langsung kami suruh pulang. Tidak boleh kembali atau menjajakan diri sebelum dinyatakan penyakitnya sembuh,” tandasnya. (MS-05)