Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSMS vs PSIS: Waspada Bola Mati

PSMS vs PSIS: Waspada Bola Mati

METROSEMARANG.COM – PSIS bakal melakoni laga ketat versus tuan rumah PSMS di Stadion Teladan Medan, Sabtu (7/10) sore nanti. Hasil imbang sudah cukup mengantarkan Haudi Abdillah cs ke babak 8 besar Liga 2. Tapi, skuad Mahesa Jenar juga wajib mewaspadai bola-bola mati Ayam Kinantan jika tak ingin bernasib seperti Persibat.

Ketajaman Rifal Lastori dibutuhkan PSIS untuk meneror pertahanan PSMS. Foto: metrosemarang.com

Babak 16 besar masih menyisakan dua laga lagi. Namun PSIS tidak perlu menunggu sampai laga pamungkas untuk memastikan tiket ke fase berikutnya. Syaratnya, mereka setidaknya bisa mengamankan satu poin pada lawatan ke kandang PSMS.

Tambahan satu angka bakal menjadikan PSIS mengantongi poin 11 yang sudah tidak mungkin disamai PSMS di peringkat tiga. Jika laga di Stadion Teladan berakhir imbang, Ayam Kinantan yang baru mengoleksi 4 poin bisa dipastikan tersingkir, dengan catatan Persibat tidak kehilangan angka saat menjamu Persita Tangerang.

Kewajiban menang memberi tekanan ekstra bagi tuan rumah. Head coach Djajang Nurjaman juga masih dipusingkan dengan proses adaptasi Elthon Maran dan I Made Wirahadi yang direkrut pada putaran kedua babak 16 besar. Sementara striker Dimas Drajad belum bisa merumput karena cedera.

Minimnya produktivitas gol Ayam Kinantan juga menjadi pekerjaan rumah eks juru taktik Persib Bandung. Baru tiga gol yang diproduksi PSMS di babak 16 besar, berbanding 8 milik PSIS. Saat menjamu Persibat di matchday 4, mereka butuh penalti Wirahadi di penghujung pertandingan.

PSMS pun sangat mewaspadai bola mati yang menjadi kekuatan PSIS. Sebabnya, Mahesa Jenar bisa dibilang sebagai raja set piece di Liga 2. Dari 34 gol sepanjang musim ini, 19 di antaranya lahir dari skema set piece.

Namun PSIS datang ke Medan dalam kondisi kurang ideal. Setidaknya lima pilar mereka harus absen dengan alasan berbeda. Erik Dwi Ermawansyah dan M Yunus masih dalam pemulihan cedera. Sedangkan Hari Nur Yulianto, Rio Saputro dan Safrudin Tahar dipastikan menepi karena suspensi.

Tanpa Rio dan Tahar di lini pertahanan, head coach Subangkit sudah menyiapkan dua rekrutan anyar Ali Khumaidi dan Nanang Wahyudi. Aldaier Makatindu, Andrid Wibawa maupun Sholihul Islam jadi alternatif di lini serang.

Rifal Lastori yang tengah on fire masih jadi tumpuan mengganggu pertahanan PSMS dari sisi sayap. Pemain pinjaman dari Pusamania Borneo FC itu sudah mengemas empat gol dalam dua laga terkini PSIS. Dia bakal berkolaborasi dengan Melcior Majefat yang sama-sama beroperasi dari sektor sayap.

Subangkit juga sudah mewanti-wanti anak buahnya untuk menghindari pelanggaran yang tidak perlu. Alasannya jelas, dia tak mau timnya mendapat hukuman dari bola mati PSMS.

Persibat sudah merasakan pahitnya kekalahan di Stadion Teladan, Selasa (3/10). Mereka nyaris membawa pulang satu angka setelah mampu memaksakan skor 1-1 sampai menit 90, sebelum wasit memberi hadiah penalti yang sukses dikonversi jadi gol oleh I Made Wirahadi.

Sementara, pada pertemuan pertama di Stadion Kebondalem Kendal, 21 September, PSIS sukses membalikkan keadaan meski sempat tertinggal oleh gol Dimas Drajad. Namun gol-gol Melcior Majefat dan Ahmad Agung memastikan keunggulan Mahesa Jenar 2-1. (twy)